Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Senin, 18/08/2008 13:50 WIB

Ekspor Singapura turun 2,2% Juli

oleh : M. Yunan Hilmi

SINGAPURA (Bloomberg): Ekspor Singapura turun selama Juli menyusul berkurangkan pengiriman produk elektronik dan obat-obatan ke AS dan Eropa.

Biro promosi dan perdagangan pemerintah melaporkan ekspor nonmigas domestik turun 5,7% dari tahun sebelumnya, setelah penurunan pada Juni sebesar 10.6%. Para ekonom memprediksikan penurunan sebesar 5%.

Singapore telah memangkas estimasi pertumbuhan perekonomian dan ekspor 2008. Langkah ini diambil sebagai dampak atas makin terpuruknya perekonomian AS akibat resesi di sektor perumahan dan gejolak finansil. Permintaan atas produk manufaktur regional diperkirakan makin turun akibat lesunya ekonomi termasuk Jepang.

"Outlook global terlihat makin gelap dengan kemungkinan terjeratnya Jepan dan Eropa dalam fase resesi, sedangkan AS masih terpuruk. Hal ini memukul permintaan produk ekspor Singapura," kata David Cohen, ekonom Action Economics, Singapura.

Ekspor turun 2,2% pada Juli dari bulan sebalumnya ketika sempat naik 4,2%. Padahal ekonom memperkirakan kenaikan 3,4%. Biro promosi perjalanan negara pulai ini pekan lalu melaporkan perkiraan anjloknya ekspor sebesar 4% tahun ini dari estimasi pertumbuhan 2%-4%. Selama 2007, ekspor tumbuh 2,3%.

Ekspor produk elektronik turun 14,2% pada Juli dari tahun sebelumnya, penurunan yang ke 18 berturut-turut. Penjualan produk elektronik senilai 5,2 miliar dolar Singapura (US$3,7 miliar) bulan lalu, sedikit di atas Juni 4,8 miliar dolar Singapura. Ekspor farmasi anjlok 42,4% bulan lalu dari tahun sebelumnya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cadangan devisa China tembus US$2 triliun
  • Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus
  • Korsel terima US$4 miliar dari Federal Reserve
  • Bursa saham Eropa jatuh

Komentar

Beri Komentar