Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Selasa, 19/08/2008 18:32 WIB
AS tantang UE dalam panel soal bea masuk
oleh : Nana Oktavia Musliana
JAKARTA (bisnis.com): AS menantang Uni Eropa (UE) melalui panel penyelesaian konflik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait pelanggaran penerapan perjanjian bebas bea terhadap produk tertentu yang ditegaskan dalam Perjanjian Teknologi Informasi (ITA).
Pihak AS dalam hal ini menggandeng Jepang dan Taiwan. Dalam rilis yang diterima Bisnis, Kepala Perwakilan Dagang AS (USTR) Susan C. Schwab menyatakan penyesalan yang mendalam terhadap kegagalan forum konsultasi resmi guna mencari penyelesaian konflik terkait penerapan tarif UE terhadap beberapa produk teknologi tinggi.
Padahal UE, seperti dikatakan Schwab, telah berkomitmen untuk mengikatkan diri dan menghapuskan bea masuk terhadap produk yang ditegaskan dalam ITA dalam jadwal tarif WTO-nya.
"Kami yakin bea masuk yang diterapkan tidak sejalan dengan komitmen UE terhadap produk-produk tersebut, dan mereka tidak mendukung inovasi teknologi di sektor TI," tukas Schwab.
Permohonan dibuatnya panel itu adalah langkah lanjut dalam proses resmi penyelesaian konflik di WTO. AS mengajukan sebelumnya konsultasi dengan UE pada 28 Mei, dan konsultasi dilaksanakan di akhir Juni dan pertengahan Juli. Karena konsultasi itu dianggap gagal menyelesaikan masalah, AS lalu mengajukan pendirian panel penyelesaian konflik untuk menentukan apakah UE telah konsisten menjalani kewajiban WTO-nya.
Jepang dan Taiwan juga mengajukan konsultasi serupa terhadap UE pada 28 Mei dan 12 Juni secara berturut-turut dan bergabung dengan AS mengajukan pendirian panel penyelesaian konflik di WTO. Permohonan ketiga negara itu akan dipertimbangkan oleh Badan Penyelesaian Konflik WTO dalam pertemuan mereka tanggal 29 Agustus mendatang.
Menurut USTR, UE dalam beberapa tahun terakhir telah mengadopsi sejumlah kebijakan yang mengakibatkan lahirnya tarif-tarif baru yang dikenakan terhadap barang impor tertentu yang berteknologi tinggi, seperti kotak kabel yang dapat mengakses internet, monitor komputer panel datar, dan mesin pencetak komputer tertentu yang dapat melakukan scan, fax dan menyalin. Nilai ekspor produk ini secara global diperkirakan mencapai lebih dari US$70 miliar pada 2007. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps