Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Rabu, 27/08/2008 17:51 WIB
Thailand kembali naikkan bunga acuan
oleh : M. Yunan Hilmi
BANGKOK (Bloomberg): Thailand kembali menaikkan suku bunga acuan untuk menjinakkan laju inflasi memicu konflik antara bank sentral dengan pemerintah terkait dengan bunga pinjaman yang dipertahankan.
Bank of Thailand menaikkan obligasi repo berjangka satu hari seperempat poin menjadi 3,75%. Keputusan itu sesuai dengan perkiraan sebagian besar ekonom.
Pertumbuhan yang lambat dan harga minyak makin turun mensinyalkan kenaikan ini merupakan yang terakhir tahun ini. Deputi Menkeu Suchart Thadathamrongvej mengatakan suku bunga seharusnya tidak dinaikkan. Dia mendesak agar gubernur bank sentral Tarisa Watanagase mundur jika kebijakan bank sentral berbenturan dengan upaya pemerintah menggenjot perekonomian.
"Kenaikan ini agaknya yang terakhir. Ekonomi tengah melambat, yang bisa mengubah fokus bank sentral dari inflasi ke pertumbuhan," kata Prakash Sakpal, ekonom ING Groep NV Singapura.
Pertumbuhan ekonomi Thailand dalam kuartal kedua lebih lambat dari perkiraan setelah kenaikan harga beras dan karet gagal menutup penurunan pengeluaran domestik. Ekspansi ekonomi mnecapai 5,3% senilai US$245 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama 6,1%.
Kurs baht naik 0,5% menjadi 34,06 per dolar AS pada sesi sore di pasar Bangkok.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps