Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 29/08/2008 08:30 WIB
Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kali
oleh : M. Yunan Hilmi
TOKYO (Bloomberg): Inflasi Jepang melebihi 2% untuk pertama kalinya dalam satu dekade menyusul tingginya biaya yang ditanggung perusahaan, pengeluaran terhambat, dan lemahnya perekonomian.
Harga-harga pokok, kecuali makanan segar, naik 2,4% pada Juli dari tahun sebelumnya. Kenaikan itu lebih tinggi dari Juli 1,9%. Estimasi median 38 ekonom yang disurvei pada 2,3%.
Kenaikan harga ini membuat bank sentral menunda kenaikan suku bunga karena perekonomian di ujung resesi. Gubernur Masaaki Shirakawa memperkirakan inflasi akan moderat. Laporan terpisah mengatakan pengeluaran rumah tangga turun untuk kelima kali dalam Juli.
"Bank of Japan akan lebih fokus pada pertumbuhan perekonomian ketimbang inflasi saat ini. Bank sentral kemungkinan besar menahan kenaikan suku bunga sampai kuartal ketiga tahun depan," kata Mari Iwashita, chief market economist Daiwa Securities SMBC Co, Tokyo.
Indikator ekonomi menunjukkan rumah tanggan menguragi pembelian sampai 0,5% bulan lalu dari tahun sebelumnya. Angka pengangguran turun menjadi 4% dari 4,1%. Rasio ketersediaan kerja untuk setiap pelamar turun dalam enam bulan menjadi 0,89%, terendah sejak Oktober 2004.
Di sisi lain, produksi industri secara tak terduga rebound pada Juli, ditopang oleh permintaan di kawasan Asia yang membantu para eksportir mengatasi berkurangnya pengiriman ke AS. Output pabrikan naik 0,9% dari Juni, ketika turun 2,2%.
Kondisi itu memengaruhi pergerakan yen yang sedikit menguat pada 109,43 per dolar AS pukul 8.59 a.m. waktu Tokyo, dari 109,53 sebelum laporan itu dipublikasi.
Bank sentral menahan overnight lending rate pada 0,5% sejak Februari 2007.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps