Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 29/08/2008 11:43 WIB
Depresiasi won berlanjut akibat defisit neraca
oleh : M. Yunan Hilmi
SEOUL (Bloomberg): Korea Selatan mencatat defisit transaksi berjalan yang terbesar dalam enam bulan pada Juli menambah tekanan terhadap won yang merupakan mata yang berkinerja terburuk se Asia tahun ini.
Bank of Korea mengatakan besarnya shortfall mencapai US$2,45 miliar, setelah surplus pada Juni US$1,82 miliar. Neraca berjalan merupakan perhitungan perdagangan ke luar negeri yang mencatat barang dan jasa serta pendapatan investasi.
Mata uang won langsung anjlok setelah laporan itu. Hal itu terjadi setelah sejumlah fund manajer asing melakukan aksi jual saham lokal dan produsen minyak melunasi utang untuk impor. Won diperkirakan mengalami depresiasi terbesar bulanan sejak Agustus 1998. Bank sentral mencatat defisit transaksi berjalan terjadi setiap enam bulan sampai Mei, terpanjang sejak krisis finansial 1997.
"Defisit current-account menambah tekanan kepada won yang melemah tajam tahun ini. Situasi akan membaik jika defisit itu berbalik surplus akhir tahun ini," kata Chun Chong Woo, ekonom SC First Bank Korea Ltd Seoul, hari ini.
Won melemah 0,5% menjadi 1.087 per dolar AS pada pukul 11.42 a.m. di Seoul. Indeks Kospi naik 0,4% hari ini, setelah turun 22% selanjang 2008.
Tingginya harga minyak dan depresiasi won membuat impor makin mahal, memperlebar defisit neraca berjalan, dan mempercepat laju inflasi. Perekonomian juga berkembang pada persentase yang paling lambat dalam satu tahun setelah konsumen mengurani pengeluadan akibat kenaikan biaya hidup.
Defisit ini juga berarti bakal ada capital outflow yang berdampak pada kurangnya pasok dolar AS di pasar finansial lokal.
Bank of Korea mempekirakan defisit neraca berjalan mencapai US$9 miliar pada 2008.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps