Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 29/08/2008 12:47 WIB
Pertumbuhan laba L'Oreal melambat
oleh : Elsya Refianti
PARIS (Bloomberg): L'Oreal SA, produsen kosmetik terbesar di dunia, mengatakan laba semester pertamanya tahun ini naik 6,8%, yang merupakan pertumbuhan paling lambat dalam tiga tahun karena pembeli Eropa dan AS memperkecil belanja makeup dan parfum.
Pendapatan bersih perusahaan itu pada enam bulan pertama hingga Juni tahun ini naik menjadi 1,26 miliar euro (US$1,9 miliar) atau 2,11 euro per saham, dari 1,18 miliar euro atau 1,94 euro per saham pada tahun sebelumnya, kata perusahaan yang berbasis di Paris itu. Angka tersebut berarti melampaui perkiraan tengah hasil survei Bloomberg terhadap tujuh analis di 1,21 miliar euro.
Produsen makeup Maybelline dan parfum Lancome itu pada bulan lalu melaporkan pertumbuhan pendapatan triwulanan yang paling lambat dalam tiga tahun dan menurunkan target penjualan tahunannnya. L'Oreal telah melakukan ekspansi ke pasar berkembang mulai dari Rusia hingga China guna mengompensasi melemahnya dolar AS dan melambatnya permintaan di Eropa barat dan AS, yang kini tengah menghadapi keterpurukan terburuk di sektor perumahan dalam 27 tahun.
Laba operasi perusahaan itu meningkat 3,9% menjadi 1,50 miliar euro, atau sedikit di atas estimasi analis yang 1,49 miliar euro.
Saham L'Oreal menguat 91 sen atau 1,3% menjadi 69,81 euro di perdagangan Paris hari ini. Saham perusahaan itu telah tergelincir 29% tahun ini.
Laba perusahaan itu naik 1,5% pada semester pertama 2005. Pendapatan bersihnya bertambah 8,2% pada semester kedua tahun lalu. Pada Juli, L'Oreal mengatakan laba pendapatan semester pertamanya naik 1,6% menjadi 8,65 miliar euro, karena terbantu oleh penjualan shampoo Garnier dan parfum Diesel di Asia dan Eropa timur.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps