Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Sabtu, 30/08/2008 14:45 WIB

Malaysia akan catat defisit terbesar

oleh : Taufik Wisastra

 

KUALA LUMPUR (Bloomberg): Pemerintah Malaysia menyatakan akan mencatat defisit terbesar sejak 2003 saat negara itu memangkas pajak dan mendorong belanja.

Defisit akan mencapai 4,8% pada tahun ini dari 3,2% tahun lalu, kata PM Abdullah Ahmad Badawi kepada parlemen. Pajak pendapatn akan diturunkan menjadi 27% dari 28% dan 1,1 juta rumah tangga akan mendapat keuntungan dari listrik gratis.

Abdullah mengambil langkah itu untuk menghadapi pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, yang kembali menjadi anggota parlemen setelah memenangkan pemilihan jeda minggu ini. Dia berjanji akan menumbangkan pemerintahan pada pertengahan September.

Kenaikan defisit ini diperkirakan akan menekan peringkat kredit Malaysia, mengurangi masuknya investasi ke negara itu dan menjadikan lebih mahal bagi perusahaan lokal untuk mengajukan pinjaman.

"Ini merupakan anggaran politik yang difokuskan untuk melindungi pendapatan dari inflasi. Besarnya defisit bisa mengarah pada agen rating untuk menetapkan peringkat baru bagi Malaysia," ujar Robert Prior-Wandesforde, ekonom senior pada HSBC Holdings Plc di Singapura.

Peringkat kredit Malaysia berubah menjadi "stabil" dari "positif" oleh Standard & Poor's pada Mei setelah pemerintahan koalisi pimpinan Badawi kelah dalam pemilihan Maret. S&P menyebutkan kredit negara itu dipengaruhi posisi fiskalnya. (tw) 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cadangan devisa China tembus US$2 triliun
  • Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus
  • Korsel terima US$4 miliar dari Federal Reserve
  • Bursa saham Eropa jatuh

Komentar

Beri Komentar