Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Rabu, 03/09/2008 16:48 WIB
IMF: Ekonomi Korsel lebih kuat dari krisis 1997
oleh : M. Yunan Hilmi
SEOUL (Bloomberg): IMF menilai perekonomian Korea Selatan yang tengah menghadapi risiko kenaikan utang luar negeri dan depresiasi won, lebih kuat dibandingkan dengan ketika krisis finansial satu dekade lalu.
Depresiasi won sudah mencapai 12% bulan lalu dan memicu kekhawatiran negara itu menghadapi krisis finansial seperti yang terjadi pada 1997. Waktu itu, won kehilangan nilai sampai setengahnya dan pemerintah dipaksa meminta bailout IMF senilai US$57 miliar untuk mengatasi utang luar negeri.
"Gambaran paralel terlihat antara kondisi 1997 dengan situasi saat ini. Namun, perlu ditekankan bahwa beberapa kesamaan itu masih terlalu dangkal. Fundamental ekonomi Korea saat ini lebih kuat dibandingkan dengan 10 tahun lalu," kata lembaga pendanaan itu melalui email.
Pernyataan IMF itu keluar setelah Moody's Investors Service, menyatakan perbankan dan perusahaan di Korsel lebih sehat dibandingkan dengan ketika krisis 1997. Deputi Menteri Keuangan Shin Je Yoon juga memberikan jaminan kepada investor bahwa negaranya tidak menghadapi krisis tetapi 'sejumlah kesulitan'. Dia memperkirakan mata uang, pasar modal, dan pasar obligasi akan stabil.
"Mungkin yang terpenting, Korea harus memiliki cadangan valuta asing yang substansial yang bisa dijadikan bantalan jika terjadi shock," kata lembaga yang berbasis di Washington itu.
South Korea memiliki cadangan devisa senilai US$243 miliar posisi Juli, keenam terbesar di dunia.
"Pernyataan IMF dan pemerintah itu diharapkan mampu memulihkan kepercayaan investor. Kekhawatiran terjadi krisis terlalu berlebihan. Perekonomian Korsel, perbankan, dan sektor korporasi lebih kuat dibandingkan dengan 10 tahun lalu," kata Lim Jiwon, ekonom JPMorgan Chase & Co, Seoul.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps