Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Senin, 08/09/2008 09:04 WIB

Penjualan ritel AS Agustus diduga turun

oleh : Elsya Refianti

WASHINGTON (Bloomberg): Satu indeks penjualan ritel AS kemungkinan turun pertama kali dalam enam bulan pada Agustus karena warga Amerika mengurangi konsumsi bensin dan belanja di pusat perbelanjaan, kata ekonom menjelang keluarnya laporan pemerintah pekan ini.

Penjualan di luar mobil dan truk anjlok 0,2%, penurunan pertama sejak Februari, demikian menurut proyeksi tengah dalam satu survei Bloomberg News, menyusul kenaikan 0,4% pada Juli. Rebound pada penjualan mobil menyusul keterpurukan Juli lalu berpeluang membuat pembelian keseluruhan naik 0,3%, estimasi ekonom.

Sebuah laporan terpisah pekan ini diduga akan menunjukkan harga produusen anjlok pada Agustus yang merupakan pertama kalinya tahun ini.

Departemen Perdagangan AS dijadwalkan akan merilis laporan penjualan pada 12 September pkl. 8:30 pagi di Washington. Sejumlah estimasi dari penjualan keseluruhan berada di kisaran turun 0,5% hingga naik 1,3%. Kecuali mobil, estimasi berkisar antara penurunan 0,6% hingga kenaikan 0,6%.

Tingkat penjualan tahunan mobil di AS naik menjadi 13,7 juta unit pada Agustus dari terendah 16 tahun di 12,6 juta per bulan Juli lalu, ungkap Autodata Corp. Angka itu merupakan akselerasi pertama kali dalam enam bulan.

Kenaikan itu secara khusus merefleksikan insentif yang ditawarkan produsen mobil untuk menghabiskan stok, kata Joshua Shapiro, kepala ekonom AS di Maria Fiorini Ramirez Inc di New York.

"Dipicu oleh program insentif agresif yang ekstrim, penjualan kendaraan kecil mengalami rebound pada Agustus setelah terpuruk Juli lalu," kata dia.

Penjualan Chrysler anjlok 34% pada Agustus dan turun 24% tahun ini. Penjualan di General Motors Corp, Ford Motor Co dan Toyota Motor Corp juga tertekan sepanjang bulan tersebut, kata perusahaan itu 3 September lalu.

Ketidakmampuan konsumen memperoleh akses terhadap kredit merupakan ancaman terbesar terhadap penjualan dibandingkan harga bensin, kata President Chrysler LLC, Jim Press, pada 2 September lalu.

Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis laporan harga-produsen pada 12 September pkl. 8:30 pagi di Washington. Para ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksikan harga distributor turun 0,5%. Kecuali biaya  energi, harga yang lainnya mengalami kenaikan 0,2%, ungkap estimasi tengah para ekonom.

Pemerintah dijadwalkan akan merilis indeks harga konsumen untuk Agustus pada pekan depan.

Penurunan harga bensin pada Agustus kemungkinan telah menekan penerimaan pompa bensin dalam laporan penjualan eceran. Harga rata-rata bensin reguler per galon turun menjadi US$3,763 pada Agustus, dari US$4,056 sebulan sebelumnya, kata AAA.

Hal lain yang turut membebani pembelian selain mobil adalah permintaan pada perusahaan ritel seperti Wal-Mart Stores Inc dan J.C. Penney Co yang melambat pada Agustus.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cadangan devisa China tembus US$2 triliun
  • Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus
  • Korsel terima US$4 miliar dari Federal Reserve
  • Bursa saham Eropa jatuh

Komentar

Beri Komentar