Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Kamis, 02/10/2008 10:12 WIB
Harga minyak merosot setelah stok AS naik
oleh : Antara/AFP
NEW YORK (Antara/AFP): Harga minyak mentah merosot pada Rabu waktu setempat, atau Kamis pagi WIB, setelah secara mengejutkan diberitakan stok minyak mentah di Amerika Serikat (AS) meningkat, sehingga menekan turun harga minyak.
Kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman November, turun US$2,11 ditutup pada US$98,53 per barel.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November jatuh US$2,84 menjadi mantap pada US$95,33 per barel.
Departemen Energoi AS (DoE) mengatakan Rabu, bahwa cadangan minyak mentah AS meningkat 4,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 26 September, mengejutkan pasar yang telah memperkirakan turun sekitar 1,7 juta barrel.
DoE mengatakan stok bensin ( BBM) meningkat 900.000 barrel.
Mike Fitzpatrick dari MF Global mengatakan kemungkinan lain penyebab penurunan harga minyak tersebut adalah "sebuah keengganan yang mengejutkan dari para anggota legislatif untuk mensahkan paket penyelamatan ekonomi AS," yang mendorong para pedagang untuk menggaris bawahinya.
Senat AS direncanakan akan memutuskan sebuah paket versi baru pada akhir Rabu, untuk membersihkan bank-bank Wall Street dari "racun" aset-aset yang terkait mortgage (hipotik).
Rencana bailout hingga US$700 miliar telah digagalkan di House of Representative awal pekan ini.
Para analis mengatakan gagalnya rencana tersebut akan terus mendorong kekhawatiran terjadinya pelambatan tajam pada ekonomi AS yang sudah lemah, negara pembeli utama ekspor dunia.
Analis Sucden Nimit Khamar mengatakan bahwa rencana baru tersebut tidak akan memperbaiki situasi dalam jangka pendek.
"Itu tidak menjadikan sebuah solusi yang akan diambil ekonomi global untuk pulih kembali dari dampak kredit yang seret," kata Khamar.
"Dalam opini kami, kami yakin situasi ekonimi data memburuk lagi karena gejolak akibat krisis finansial merembes secara luas terhadap ekonomi. Karena itu, prospek permintaan minyak tampaknya akan terus memburuk."
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps