Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 03/10/2008 11:21 WIB
Pengusaha Indonesia dukung RUU bailout AS
oleh : Erna SU Girsang
JAKARTA (Bisnis): Kalangan dunia usaha di Indonesia berharap parlemen Amerika Serikat menyetujui Rancangan Undang Undang Rencana Penyelamatan Keuangan (bailout).
"Dunia termasuk Indonesia berharap Kongres AS menyetujui paket kebijakan penyelamatan sektor finansial AS yang diajukan pemerintahan Bush. Sebab, persetujuan paket itu penting sebagai sinyal pemulihan perekonomian global. Kami berharap pasar uang dunia kembali tenang dan raksasa industri keuangan dunia lolos dari kebangkrutan," ujar Bambang Soesatyo, Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia, hari ini.
Krisis finansial AS itu, menurutnya, praktis menghadirkan dampak bagi Indonesia. Pasar uang masih dirongrong spekulasi, dan Rupiah belum kembali ke posisi yang ditargetkan APBN-P 2008.
Dengan disetujuinya RUU bailout, dia berharap perekonomian global kembali bergairah setelah beberapa bulan ini dilanda kelesuan (slowdown) sejak lonjakan harga minyak. Jika perekonomian global bergairah, permintaan produk ekspor akan tumbuh lagi.
"Pengusaha Indonesia yang selama ini beorientasi ekspor, misalnya tekstil dan produk tekstil (TPT) bisa membangun kembali kontak dagang dengan partner mereka. Begitu juga eksportir produk perkebunan, karena harga komoditas ini diperkirakan akan menguat lagi," tambahnya.
Dia mengemukakan hot money mungkin akan kembali memasuki pasar uang Indonesia, sehingga butuh kepiawaian dalam mengelolanya agar bermanfaat bagi perekonomian nasional.
Selama ini, Bambang menilai hot money hanya menambah volume valas di pasar uang dan diuntungkan oleh suku bunga yang tinggi, tetapi dapat ditarik kapan saja oleh fund manager. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps