Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 03/10/2008 13:46 WIB
Ekonomi Prancis memasuki resesi
oleh : Taufik Wisastra
PARIS (Bloomberg): Ekonomi Prancis, terbesar kedua di antara 15 negara Uni Eropa, memasuki masa resesi pertama kali dalam 15 tahun terakhir pada kuartal III, menurut perkiraan Insee, kantor statistik nasional.
Produk domestik beruto (PDB) ddiprediksi turun 0,1% pada kuartal III setelah mengalami kontraksi 0,3% pada periode tiga bulan yang berakhir Juni, kata ekonom Insee. Ekonomi juga akan menurun 0,1% pada triwulan terakhir yang menangkas pertumbuhan menjadi 0,9% untuk setahun penuh, terendah sejak 1993.
Krisis kredit global mengancam akan semakin menekan ekonomi dunia, sementara kredit untuk investasi baru tidak ada. Insee memperkirakan belanja konsumen, yang menjadi mesin pertumbuhan, aakan mengalami stagnan pada semester II di saat bursa tenaga kerja dan pasar realestat memburuk.
"Perekonomian Prancis terus terpukul. Krisis kredit saat ini merupakan risiko terpenting, sementara pasar minyak menjadi lebih rentan," ujar Eric Dubois dalam jumpa pers di Paris.
Pertumbuhan di Prancis akan tertinggal di wilayah euro untuk tahun ketiga, menurut prediksi Insee. Pemerintah pekan lalu menangguhkan rencana untuk menekan defisit anggaran seiring menurunnya pendapatan pajak dan meningkatnya biaaya kesejahteraan.
Ekonomi zona euro juga mengalami kontraksi pada kuartal II dan krisis kredit global mendorong wilayah itu ke arah resesi. Indeks kepercayaan di wilayah itu mencapai titik terendah sejak serangan teroris 11 September 2001, menurut Komisi Eropa. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps