Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Sabtu, 04/10/2008 01:04 WIB
DPR AS akhirnya dukung RUU bailout
oleh : Linda Tangdialla
WASHINGTON (AP): DPR AS akhirnya mendukung RUU bailout senilai US$700 miliar—yang dinanti-nantikan pasar—dalam voting hari ini, guna menyelamatkan industri finansial dan perekonomian AS yang terancam hancur.
Pada pemungutan suara di House of Representative itu, 263 suara mendukung, sedangkan 171 menolak. Peristiwa tersebut menjadi puncak dari dua minggu perdebatan di Kongres dan kekacauan di Wall Street, sementara hampir setiap hari media massa mengabarkan bahwa AS sedang menuju resesi terbesar semenjak Great Depression jika program penalangan bagi industri finansial itu tak diluncurkan.
“Kita semua tahu bahwa kita di berada di tengah-tengah krisis finansial,” kata Pemimpin DPR John Boehner, Republiken dari Ohio, sesaat setelah hasil voting diketahui. RUU itu memberi kekuatan kepada pemerintah untuk melakukan intervensi di pasar uang swasta—sesuatu yang bahkan tak terpikirkan satu bulan yang lalu.
“Kami tahu bahwa jika kami tak melakukan apapun, krisis ini akan bertambah buruk dan membawa kita ke kehancuran ekonomi yang tak terbayangkan,” tambahnya.
Sedangkan Juru bicara parlemen Nancy Pelosi, anggota Partai Demokrat dari California mengatakan RUU itu dibutuhkan untuk “membangun stabilitas keuangan di negeri kita dan keamanan ekonomi dari seluruh masyarakat.”
Harga saham naik di Wall Street di tengah antisipasi atas hasil voting yang positif di DPR, tetapi investor juga terpukul oleh angka penyerapan tenaga kerja yang buruk. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah lapangan kerja pada September berkurang 159.000, atau pemotongan paling tajam dalam lima tahun terakhir dan satu lagi bukti bahwa perekonomian AS sedang melemah.
Hasil voting hari ini berbeda tajam dengan hasil pada Senin lalu, di mana anggota DPR beraliran konservatif dari Partai Republik menentang program bailout yang dicanangkan pemerintah Presiden George W. Bush.
Para pemimpin Senat dengan cepat melakukan revisi agar RUU itu terselamatkan, dengan menambahkan keringanan pajak bernilai US$110 miliar dan provisi tentang spending yang dirancang untuk menambah dukungan tambahan bagi industri finansial. Pada voting di Senat, 74 mendukung, sedangkan 25 suara menolak.
Tetapi tetap saja para kritikus tidak puas.
“Bagaimana mungkin kita menerapkan kapitalisme untuk menanjak dan memakai sosialisme ketika turun,” ujar Jeb Hensarling, anggota DPR dari Partai Republik, Texas. Sebagai seorang konservatif dia menolak intervensi federal terhadap pasar modal swasta.
Sekitar dua minggu lalu Menkeu Henry Paulson dan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke menyimpulkan perekonomian AS sedang dalam bahaya besar dan bahwa intervensi besar-besaran oleh pemerintah di pasar swasta sangatlah dibutuhkan.
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps