Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Senin, 06/10/2008 09:40 WIB
Krisis kredit global memburuk di Eropa
oleh : Lahyanto Nadie
JAKARTA: Krisis kredit global memburuk di Eropa setelah para pemimpin pemerintahan di kawasan tersebut berjanji untuk melakukan langkah penyelamatan terhadap bank-bank bermasalah dan melindungi pemilik deposito.
BNP Paribas SA akan mengambilalih kendali unit-unit Fortis di Belgia dan Luxembourg menyusul upaya pemerintah untuk memastikan bahwa stabilitas perusahaan tersebut runtuh, sementara pemerintah dan lembaga-lembaga finansial Jerman menyepakati paket penyelamatan senilai 50 miliar euro (US$68 miliar) untuk Hypo Real Estate Holding AG. Kanselir keuangan Inggris Alistair Darling mengatakan Inggris “siap untuk melakukan apa pun yang harus dilakukan” untuk membantu perbankan Inggris.
Perkembangan kemarin tersebut terjadi satu hari seusai penyelenggaraan satu konferensi di Paris di mana para pemimpin dari empat perekonomian terbesar Eropa mengesampingkan rencana untuk mengikuti langkah penyelamatan senilai US$700 miliar yang dilakukan AS guna mengatasi krisis finansial terburuk sejak Perang Dunia II.
Sebaliknya, mereka sepakat untuk bekerja sama guna membatasi dampaknya terhadap perekonomian, melonggarkan aturan akuntansi, dan mempersiapkan regulasi keuangan yang lebih ketat.
“Hingga saat ini, solusinya tampak tidak terkoordinasi, jadi barangkali sudah waktunya untuk dilakukan pendekatan yang lebih terkoordinasi secara global,” kata Torsten Slok, seorang ekonom di Deutsche Bank AG, New York. “Ini tidak hanya AS dan Eropa, melainkan bank-bank di semua bagian dunia.”
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang menyelenggarakan konferensi 4 Oktober tersebut, menyerukan diadakannya konferensi global “secepat mungkin” guna mengimplementasikan reformasi yang sesungguhnya dan lengkap terhadap sistem finansial internasional.
Dia mengatakan “semua aktor” harus diawasi, termasuk kalangan perusahaan pemeringkat kredit dan hedge fund. Sistem penggajian eksekutif juga harus dikaji ulang, kata dia.
“Kami menginginkan sebuah dunia baru sebagai hasil dari ini semua,” kata Sarkozi. “Kami ingin mendirikan basis untuk kapitalisme wirausaha, bukan untuk spekulan.”
Para menteri keuangan dari negara-negara industri yang tergabung dalam Group of Seven akan bertemu di Washington akhir pekan ini.
Pertentangan Kanselir Jerman Angela Merkel terhadap tindakan kolektif menekankan rintangan bagi front Eropa. “Masing-masing negara harus mengemban tanggung jawab di tingkat nasional,” kata dia di satu konferensi pers besama seusai konferensi tersebut.
Di tengah perlombaan untuk menyokong lembaga finansial Eropa yang terhuyung, Perdana Menteri Belgia Yves Leterme mengatakan, kemarin petang, bahwa BNP Paribas akan membeli 75% kepemilikan Fortis Bank Belgium senilai 8,25 miliar euro dalam bentuk saham dan membeli operasi asuransi perusahaan Belgia tersebut. Kreditur terbesar Perancis tersebut juga akan mengakuisisi 66% bank Fortis di Luxembourg.
Pemerintah Belgia akan memiliki 11,7% saham di BNP Paribas, dan 1,1% di Luxembourg, setelah pembelian tersebut rampung, CEO BNP Paribas Bandouin Prot mengestimasi.
Penjualan unit-unit Fortis tersebut dilakukan menyusul langkah penyelamatan 28 September silam terhadap perusahaan yang semula merupakan penyedia jasa keuangan terbesar di Belgia tersebut berjalan tidak mulus. Perusahaan tersebut menerima suntikan modal sebesar 11,2 miliar euro dari Belgia, Belanda, dan Luxembourg, pekan lalu.
Sementara itu, Hypo mendapatkan penangguhan hukuman setelah kementerian keuangan Jerman menyatakan kalangan bank dan asuransi di negara tersebut sepakat untuk menggandakan kredit untuk Hypo Real Estate menjadi 30 miliar euro.
Jaminan pemerintah federal untuk kredit tersebut masih tidak berubah, kata Peer Steinbrueck, juru bicara untuk Kementerian Keuangan, kemarin petang melalui e-mail.
Hypo Real Estate yang berbasis di Munich sebelumnya telah mengumumkan bahwa rencana penyelamatan yang didukung pemerintah senilai 35 miliar euro gagal setelah bank-bank komersial menarik dukungan mereka.
Pemerintah dan Bundesbank menyatakan Hypo Real Estate, kreditur properti terbesar kedua di negara tersebut, terlalu besar untuk runtuh. Seiring dengan langkah penyelamatan tersebut, Merkel mengatakan, kemarin, pemerintah akan menjamin dana nasabah pribadi.
Hingga saat ini, rekening tabungan, termasuk milik perusahaan berskala kecil yang dipegang swasta, telah dijamin oleh 180 bank di Jerman, grup bank swasta BDB menyatakan, 2 Oktober.
Jaminan dari bank-bank tersebut mencakup 90% dari saldo rekening hingga maksimal 20.000 euro, grup tersebut menyatakan.
Di Inggris, Darling mengatakan pemerintah, yang mengambil alih Bradford & Bingley Plc pekan lalu, siap menawarkan dukungan lebih lanjut kepada bank yang berkemungkinan memasuki kesulitan finansial, dan dia tidak menutup kemungkinan dilakukannya penyuntikan modal lebih lanjut.
“Kami siap melakukan apa pun yang harus dilakukan, dan itu adalah, kami telah menyuntikkan dana guna membantu bank-bank secara umum,” kata Darling kepada program Sunday AM produksi British Broadcasting Corp. “Ada langkah-langkah lain yang akan kami ambil, dan saya akan mengumumkannya jika kami siap melakukan hal tersebut.” (T01)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps