Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Selasa, 07/10/2008 13:05 WIB
Ekonomi Jepang masuki fase resesi
oleh : Taufik Wisastra
TOKYO (Bloomberg): Pemerintah Jepang menyebutkan untuk bulan ketiga keadaan ekonomi masih memburuk yang bisa mendorong negara itu ke jurang resesi pertama dalam enam tahun terakhir.
Coincident Index turun menjadi 100,7 pada Agustus dari 103,5 pada Juli, ungkap Kantor Kabinet hari ini di Tokyo. Sebanyak 20 ekonom dalam survey Bloomberg News rata-rata mengestimasi indeks turun menjadi 100,7.
Penurunan harga minyak mentah 37% sejak mencapai rekor pada Juli tampaknya tidak cukup kuat untuk mendorong ekonomi Jepang, sementara krisis keuangan di Amerika serikat menghambat pertumbuhan pasar ekspor negara itu.
Pabrikan terbesar di Jepang berubah menjadi pesimistis untuk pertam kali sejak 2003 dan produksi pabrik merosot ke titik terendah dalam lima tahun terakhir pada Agustus.
"Kami kira ekonomi sudah memasuki fase resesi sejak kuartal I. Penurunan harga eenergi merupakan perkembangan positif," ujar Takehiro Sato, chief economist pada Morgan Stanley di Tokyo.
Dalam tiga bulan indeks itu rata-rata bergerak turun menjadi 102,2 pada Agustus dari 103,2 pada Juli. Indeks ini dijadikan pemerintah untuk membuat penilaian bulanan.
Indeks kepercayaan Tankan di antara produsen mobil dan elektronika turun menjadi minus 3 poin pada September dari 5 pada Juni, penurunan triwulanan keempat, ungkap Bank of Japan pada 1 Oktober. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps