Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Selasa, 07/10/2008 13:11 WIB

Australia pangkas suku bunga 1%

oleh : Berliana Elisabeth S.

SYDNEY (Bloomberg): Bank sentral Australia pangkas suku bunga sebesar 1% menjadi 6%, penurunan terbesar sejak resesi 1992 untuk mengantisipasi perekonomian domestik dari resesi global.

Indeks saham di Australia langsung naik setelah Gubernur Australia Central Bank Glenn Stevens dan dewan gubernur lainnya menurunkan suku bunga overnight cash menjadi 6% dari 7% pada hari ini di Sydney.

"Ini merupakan langkah besar yakni memangkas suku bunga tunai untuk mendorong penurunan bunga kredit," kata Stevens.

Gejolak di pasar finansial kombinasi dengan penurunan dya beli konsumen dan penurunan kredir rumah membuat Steven menurunkan suku bunga aptokan demi pendorong pertumbuhan ekonomi yang mencapai level terendah tiga tahun pada kuartal tahun ini.

Krisis kredit di pasar Amerika Serikat telah mendorong kenaikan bunga KPR sehingga debitur tidak akan tertekan untuk membayar kredit rumahnya.

"Alasan mendasar kami yakni karena prospek pertumbuhan ekonomi global bersama-sama dengan kesulitan lainnya di pasar khususnya yang menyangkut debitur. Saat ini risiko yang ada adalah permintaan berkurang dan produksi melemah dibandingkan prediksi semula," kata Stevens.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia menguat 1% menjadi 4.584,8 pada pukul 2:47 p.m. waktu Sydney, mengakhiri penurunan 0,5% sesaat sebelum bank sentral mengumumkan penurunan suku bunga. Indeks saham ini sudah anjlok tiga kali lipat tahun ini ditengah kebekuan kredit yang dipicu dari krisis subprime mortgage di Amerika Serikat.

Dolar Australia terapresiasi menjadi 72.29 per sen dolar AS pada pukul 2:52 p.m waktu Sydney dari 72,06 sent sebelum pengumuman penurunan suku bunga. Kurs sudah terdepresiasi 28% dari level tertinggi 25 tahun 98,49 sen pada 16 Juli.

Pemangkasan suku bunga hari ini setelah melihat indeks saham di seluruh dunia anjlok , euro terdepresiasi terhadap yen hingga rekor terendahnya dan harga minyak mentah turun hingga di bawah US$90 pe rbarel dipicu perlambatan ekonomi dunia meski pemerintah AS menyiapkan dana penyelamatan (bailout) sektor finansial senilai US$700 miliar.

Bank sentral Australia pada bulan lalu sudah memangkas 0,25% suku bunga patokannya setelah sebelumnya suku bunga ini merupakan level tertinggi dalam 12 tahun.

Pembelian rumah baru periode Juni-September 2008 anjlok untuk pertama kali sejak 1993, dengan pertumbuhan produk domestik brutto hanya 0,3%, level terendah sejak kuartal keempat 2004.

Pembeli rumah KPR juga berkurang setelah perusahaan seperti Qantas Airways Ltd. dan Ford Motor Co mengurangi tenaga kerja. Pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) oleh  bank dan institusi keuangan hanya naik 0,4% sepanjang Agustus 2008, pertumbuhan bulanan terkecil sejak 22 tahun.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cadangan devisa China tembus US$2 triliun
  • Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus
  • Korsel terima US$4 miliar dari Federal Reserve
  • Bursa saham Eropa jatuh

Komentar

Beri Komentar