Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Selasa, 07/10/2008 15:48 WIB
Saham Asia bergeliat dipicu Australia
oleh : Berliana Elisabeth S.
SEOUL (Associate Press): Pasar saham Asia mulai menunjukka tanda-tanda kehidupan ketika investor menyambut positif penurunan suku bunga Australia sebesar 1% hari ini sehingga akan mendorong bank sentral lainnya memangkas suku bunga untuk mengatasi krisis kredit.
Sejumlah analis mengatakan keputusan bank sentral Australia menurunkan suku bunga 1% menjadi 6% hari ini menambah kenyaman investor akan perekonomian global meski hanya sedikit.
Para analis sebelumnya hanya memprediksi penurunan suku bunga Australia 0,5%. Pemangkasan yang lebih besar dari perkiraan ini langsung mengangkat indeks S&P/ASX-200 naik 1,7% menjadi 4.618,7 setelah tadi pagi dibukan turun 3,7%.
Pasar lainnya menyambut positif kebijakan Australia ini, terlihat pada indeks saham di Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan yang semuanya naik.
Indeks Nikkei 225 hanya turun 3% menjadi 10.155,90 setelah pada tadi pagi dibuka anjlok lebih 5% menjadi di bawah 10.000 untuk pertama kali dalam lima tahun.
Tidak seperti bank sentral Australia, Bank of Japan mengumumkan tetap mempertahankan suku bunga pada 0,5%, seperti perkiraan. Bagaimanapun, spekulasi merebak bahwa BoJ secepatnya akan berkoordinasi dengan Federal reserve AS dan European Central Bank mengambil kebijakan darurat. Sejumlah analis mengatakan Jepang tidak akan sama dengan kedua negara tersebut yakni tak akan memangkas suku bunga.
Pada pagi tadi, Bank of Japan menyuntik dana 1 triliun yen (US$9,9 miliar) ke pasar dalam program 15 hari operasi darurat untuk menyelamatkan kredit di perbankan.
Di Korsel, investor kembali memborong saham setelah tadi pagi anjlok, sehingga menghantarkan Kospi naik 0,5% pada perdagangan sesi siang menjadi 1.366,10.
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps