Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 10/10/2008 16:04 WIB
Jepang usul pinjaman darurat ke G-7
oleh : Taufik Wisastra
TOKYO (AP): Jepang akan mengusulkan pembentukan dana bersama untuk memberikan pinjaman darurat kepada negara yang terpukul krisis finansial global.
Menkeu Jepang Shoichi Nakagawa mengatakan dia akan menyampaikan proposal itu dalam pertemuan G-7 di Washington yang diikuti pejabat keuangan dan bank sentral.
"Jepang ingin melihat apa yang dapat dilakukan dalam kerja sama dengan negara lain untuk menjamin suplai modal," ujarnya dalam siaran televisi NHK.
Dia tidak merinci tentang rencana itu. Namun, menurutnya, dengan pengalaman Jepang mengatasi krisis utangnya paada 1900-an mungkin dapat memberikan pelajaran kepada anggota G-7 lainnya.
Nakagawa berharap dapat menceritakan kepada rekannya bagaimana Jepang menginjeksi dana publik ke perbankan untuk mendorong modal mereka setelah bubble economy membuat harga tanah melonjak dan harga saham meroket, sementara bank menghadapi kredit yang menggunung.
Komentarnya disampaikan saat Washington mungkin juga perlu menyuntikkan dana dan mengambil sebagian kepemilikan. Washington mengambil langkah penyelamatan (bailout) senilai US$700 miliar, terutama untuk membeli mortgage dan sekuritas yang terkait hipotek dari bank dan lembaga keuangan.
Inggris mengucurkan dana ke bank-bank yang menghadapi kesulitan untuk ditukar dengan saham mereka yang merupakan bagian dari nasionalisasi. Di Islandia, pemerintah sekarang mengontrol semua tiga bank utama di negaara itu yang menghadaapi kesulitan. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps