Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Sabtu, 11/10/2008 12:26 WIB
Defisit perdagangan AS turun 3,5%
oleh : Taufik Wisastra
WASHINGTON (Bloomberg): Defisit perdaganan Amerika Serikat menurun pada Agustus seiring melemahnya harga minyak yang mengurangi biaya impor.
Defisit turun 3,5% menjadi US$59,1 miliar, mendekati prediksi para ekonom, ungkap laporan Departemen Perdagangan AS di Washington.
Ekspor turun ke level tertinggi kedua. Penurunan harga energi bulan lalu juga menekan biaya barang impor ke titik terendah sejak 2003, menurut Departemen Tenaga Kerja.
Selain minyak mentah, impor mobil, komputer dan televisi juga turun saat krisis finansial yang menyebabkan konsumen dan kalangan bisnis AS menahan diri.
“Saya kira perdagangan akan terus positif bagi ekonomi AS, hanya positifnya lebih kecil dalam bulan-bulan mendatang,” ujar Michael Moran, chief economist pada Daiwa Securities America Inc di
Ekspor mencatat rekor tahun ini yang sebagian karena melemahnya nilai tukar dolar AS sejak 2002 yang membuat produk buatan AS lebih kompetitif di pasar dunia. Greenback menguat terhadap euro dalam minggu-minggu terakhir.
Nilai tukar matang uang AS naik 1% menjadi US$1,3460 per euro pada pk. 11:54 kemarin di
WASHINGTON (Bloomberg): Defisit perdaganan Amerika Serikat menurun pada Agustus seiring melemahnya harga minyak yang mengurangi biaya impor.
Defisit turun 3,5% menjadi US$59,1 miliar, mendekati prediksi para ekonom, ungkap laporan Departemen Perdagangan AS di Washington.
Ekspor turun ke level tertinggi kedua. Penurunan harga energi bulan lalu juga menekan biaya barang impor ke titik terendah sejak 2003, menurut Departemen Tenaga Kerja.
Selain minyak mentah, impor mobil, komputer dan televisi juga turun saat krisis finansial yang menyebabkan konsumen dan kalangan bisnis AS menahan diri.
“Saya kira perdagangan akan terus positif bagi ekonomi AS, hanya positifnya lebih kecil dalam bulan-bulan mendatang,” ujar Michael Moran, chief economist pada Daiwa Securities America Inc di
Ekspor mencatat rekor tahun ini yang sebagian karena melemahnya nilai tukar dolar AS sejak 2002 yang membuat produk buatan AS lebih kompetitif di pasar dunia. Greenback menguat terhadap euro dalam minggu-minggu terakhir.
Nilai tukar matang uang AS naik 1% menjadi US$1,3460 per euro pada pk. 11:54 kemarin di
bisnis.com
Berita Lain
- Penurunan harga rumah di Hong Kong dekati 25%
- "ECB harus agresif turunkan suku bunga"
- Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%
- Australia kembali turunkan bunga 100 bps
- Selandia baru bakal turunkan bunga 1,5 bps