Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Minggu, 16/11/2008 15:38 WIB
Walau krisis, Bush tolak proteksi pasar
oleh : Ratna Ariyanti
WASHINGTON D.C. (bisnis.com): Presiden Amerika Serikat George W. Bush kembali menegaskan ketidaksetujuannya terhadap pemberlakuan kebijakan proteksi pasar di tengah situasi krisis seperti saat ini.
"Saya senang bahwa kami mendiskusikan jalan keluar untuk memastikan bahwa krisis tidak terjadi lagi. Dan saya senang, para pemimpin menguatkan kembali prinsip-prinsip pasar terbuka dan perdagangan bebas. Salah satu bahaya saat krisis seperti ini adalah adanya orang-orang yang akan menerapkan kebijakan proteksi," ujar Bush, dalam sambutan pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.
Pertentangan antara dukungan terhadap pasar bebas dan kontrol yang lebih besar bagi pemerintah menjadi bahan "pertarungan" yang diusung oleh dua kubu. AS dan Kanada berdiri di belakang kebijakan pasar bebas akan berhadapan dengan Eropa, yang mendukung pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap pasar keuangan.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui siaran radio, kemarin, Bush mengakui krisis terjadi akibat kegagalan kreditur dan debitur, perusahaan keuangan, pemerintah dan otoritas independen. Sistem pasar bebas, menurut Bush, bukan merupakan penyebab terjadinya krisis keuangan global.
"Dan jawabannya adalah tidak melakukukan perubahan dalam sistem. Kita perlu memecahkan masalah, melakukan perubahan yang kita butuhkan, dan bergerak maju dengan prinsip pasar bebas yang telah mengantarkan kemakmuran dan harapan bagi orang-orang di seluruh dunia. Keuntungan dari sistem kapitalisme pasar bebas telah terbukti di seluruh waktu, geografis, dan budaya," ujar Bush.
Konferensi hingga saat ini masih berlangsung dan belum diketahui komunike yang akan dihasilkan terkait "persaingan" antara kebijakan pasar bebas dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pasar keuangan.
bisnis.com
Berita Lain
- Investasi asing di Korsel 2008 naik 11,3%
- Penjualan ritel di AS turun 17,3%
- Ekspor Korsel Desember turun 17,4%
- Singapura pangkas prediksi ekonomi 2009
- Pertumbuhan Singapura turun jadi 1,5%