Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Minggu, 16/11/2008 15:44 WIB
SBY: Penting bentuk Global Expenditure Support Fund
oleh : Ratna Ariyanti
WASHINGTON D.C. (Bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam jamuan santap siang bersama organisasi United States-Indonesia Society, Jumat, juga menyinggung mengenai pentingnya pembentukan Global Expenditure Support Fund (GESF) untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.
Pendanaan ini diharapkan mampu menopang negara berpendapatan menengah dan melanjutkan geliat perekonomian paling sedikit selama tiga tahun. Jika usulan mengenai GESF ini disetujui, Presiden berharap para menteri keuangan dapat merumuskan peraturan yang lebih detail dalam 100 hari ke depan.
Sedangkan Presiden Amerika Serikat George W. Bush, dalam sambutan pembukaan pertemuan tingkat pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok G-20, mengatakan meski telah terdapat sejumlah kemajuan yang telah dicapai masih banyak tugas yang harus dikerjakan karena krisis belum berakhir.
“Dan kami telah mengadakan pembicaraan yang kondusif tadi malam. Saya berharap pada diskusi hari ini. Dan saya akan kembali menemui kalian setelah pertemuan berlangsung,” ujarnya.
Bush memberikan sambutan pada pukul 7.53 waktu setempat. Konferensi berlangsung di Museum Nasional. Sesaat setelah memberikan sambutan, Bush kemudian menyambut satu per satu para Kepala Negara, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, Presiden didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, dan Staf Khusus Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri.
G-20 adalah suatu forum yang dibentuk pada 1999 sebagai forum dialog antara para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara-negara maju dan negara-negara berkembang yang penting (emerging markets) untuk mengatasi dampak krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an.
Anggota G-20 mewakili 85% produk domestik bruto dunia, 2/3 populasi global serta lebih dari 80% kepemilikan saham dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Indonesia merupakan satu-satunya negara anggota ASEAN di G-20. Anggota-anggota lainnya adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Russia, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Untuk pertama kalinya pertemuan G-20 pada tingkat kepala negara dan pemerintahan digelar guna membicarakan solusi guna mengatasi krisis global yang kian meluas. Indonesia akan mengusung tiga poin guna mengatasi dampak krisis keuangan global ini, yaitu menjaga sektor riil, memulihkan kepercayaan pasar dan mereformasi sistem atau arsitektur keuangan dunia.
Pertemuan tingkat pemimpin negara G-20 akan digelar di Great Hall pada pukul 9.30 - 11.30 waktu setempat, sesaat setelah sesi foto bersama di ruang West Cout.
bisnis.com
Berita Lain
- Investasi asing di Korsel 2008 naik 11,3%
- Penjualan ritel di AS turun 17,3%
- Ekspor Korsel Desember turun 17,4%
- Singapura pangkas prediksi ekonomi 2009
- Pertumbuhan Singapura turun jadi 1,5%