Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Senin, 17/11/2008 11:40 WIB

Meksiko siap beli gas dan batubara Indonesia

oleh : Lahyanto Nadie

MEXICO CITY (bisnis.com): Tiga perusahaan besar Meksiko siap membeli gas alam cair atau LNG dan batubara dari Indonesia yang akan direalisasikan tahun depan.

Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tiga pimpinan perusahaan Meksiko, yakni Tamssa-Axtellarat Energy, Sempra Energy, dan Transportation Maritim Mexican (TMM), di Hotel Presidente Intercontinental, Mexico City, Minggu sore waktu setempat (dinihari di Indonesia). Pertemuan ini berlangsung dalam format One-on-One Meeting.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjelaskan bahwa Sempra Energy mempunyai tiga terminal di Baha, California, Amerika Serikat. "Kebutuhan LNG mereka akan dikirim dari Tangguh mulai semester kedua tahun depan," seusai mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut seperti ditulis situs presidensby.info hari ini.

Kebutuhan energi Sempra ini sekitar 3,7 juta ton per tahun atau hampir separuh dari kapsitas Tangguh. Sebagian dikirim ke Meksiko, sebagian ke California. "Sempra melaporkan terminalnya sudah siap, dan mereka sudah mengunjungi terminal Tangguh. Diharapkan rahun depan gas bisa dialirkan ke California," Purnomo menambahkan.

Dari penjualan LNG Tangguh ini diperoleh dana senilai US$1 miliar. "Dari pendapatan ini, 65% untuk pemerintah dan 35% untuk Tangguh," ujarnya.

Sedangkan Tamssa-Axtellarat sedang menjajaki kemungkinan membangun dua terminal gas di Gresik, Jawa Timur, dan Banten. Mereka akan bekerja sama dengan konsorsium Pertamina-Perusahaan Gas Negara (PGN)-Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Axtellarat ini punya keahlian membangun terminal di laut," kata Purnomo.

Gas dari dua terminal yang akan dibangun perusahaan Meksiko ini untuk memenuhi kebutuhan pulau Jawa.

Perusahaan ketiga, TMM, akan membeli batubara enam juta ton per tahun untuk pembangkit listrik di Meksiko. Selama ini TTM mendapatkan batubara dari negara Amerika Latin, tapi pasokan batubara di kawasan ini mulai menurun.

"Mereka mulai dengan mengimpor tiga juta per tahun dan terus meningkat enam juta ton," Purnomo menuturkan.

Ketika melakukan One-on-One Meeting dengan pimpinan tiga perusahaan Meksiko itu Presiden SBY didampingi oleh Menlu Hassan Wirajuda, Menteri ESDM Purnomo, Mendag Mari E. Pangestu, Mensesneg Hatta Rajasa, serta kedua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng.(ln)

 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Pertumbuhan Singapura turun jadi 1,5%
  • Malaysia gulirkan paket fiskal tambahan
  • Perekonomian Vietnam tumbuh paling lambat
  • Resesi Jepang bertambah dalam
  • Produksi industri Singapura merosot 7,5%
  • Penjualan musim libur terburuk dalam satu dekade
  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri

Komentar

Beri Komentar