Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Senin, 17/11/2008 12:35 WIB
Pakistan & IMF setujui pinjaman US$7,6 miliar
oleh : Irvin Avriano
ISLAMABAD(Bloomberg): Pemerintah Pakistan dan IMF menyepakati program bantuan pinjaman dari lembaga itu US$7,6 miliar untuk menghindari gagal bayar utang luar negerinya.
Pinjaman tersebut juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor serta kreditor negara Asia Tengah itu. "Pinjaman IMF akan membantu menstabilisasi ekonomi apabila pemerintah Pakistan menunjukkan kemauan politik untuk menerapkan program IMF itu," ujar Kepala Riset InvestCapital & Securities Ltd, Samiullah Tariq.
Sebelumnya pemerintahan sipil Pakistan tidak menjalankan tujuh poin dalam paket program IMF dari 1988 hingga 1999 karena sifat lembaga internasional yang keras itu. "IMF tidak memberikan kami pilihan kondisi pada program stabilisasi keuangan."
Dia menuturkan IMF menyarankan pemerintah Pakistan untuk menaikkan suku bunga acuan agar menurunkan tingkat inflasi. Pakistan yang menjadi pusat perlawanan AS terhadap terorisme terpaksa meminta bantuan IMF setelah cadangan devisa negara itu menyusut hingga 75% sejak tahun lalu menjadi US$3,5miliar pekan lalu, setara dengan nilai ekspor negara itu dalam satu bulan.
Penurunan devisa itu disertai penolakan kelompok negara donor menyumbangkan dana tambahan. Honggaria, Islandia, dan Ukraina juga sedang menegosiasikan paket pinjaman IMF beberapa pekan terakhir setelah krisis ekonomi memengaruhi sektor finansial. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Investasi asing di Korsel 2008 naik 11,3%
- Penjualan ritel di AS turun 17,3%
- Ekspor Korsel Desember turun 17,4%
- Singapura pangkas prediksi ekonomi 2009
- Pertumbuhan Singapura turun jadi 1,5%