Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Senin, 17/11/2008 13:00 WIB

Ekonomi Jepang melemah 0,4%

oleh : Taufik Wisastra


TOKYO (Bloomberg): Ekonomi Jepang tanpa diduga melemah pada kuartal III yang memasuki resesi pertama sejak 2001 saat perusahaan mengurangi belanja.

Produk domestik bruto (PDB) melemah 0,4% pada periode tiga bulan yang berakhir 30 September, ungkap Kantor Kabinet hari ini di Tokyo. Para ekonom memprediksi ekonomi akan tumbuh 0,1% seetelah mengalami kotraksi 3,7% pada periode sebelumnya.

Pelemahan itu bakal semakin parah karena krisis finansial global menghambat ekspor yang memicu perusahaan mulai dari Toyota Motor Corp sampai Canon Inc menurunkan perkiraan profit dan memangkas investasi.

Jepang mencatat tingkat suku bunga terendah di antara 20 perekonomian terbesar dan utang publik yang melampaui 180% dari PDB. Keadaan ini membatasi kemampuan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan.

"Tidak hanya akan bertambah buruk. Jepang akan memasuki resesi terparah dalaam satu dasawarsa sementara krisis finansial global menekan permintaan dari luar negeri," ujar Masamichi Adachi, ekonom senior pada JPMorgan Chase & Co di Tokyo.

Nilai tukar yen turun menjadi 97,49 per dolar AS pada pkl 12:57 di Tokyo daru 96,09 sebelum keluarnya laporan itu. Mata uang Jepang naik 8,9% sejak akhir September. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 2,7% yang sebelumnya sempat melemah 2,9% percent.

Jepang terakhir mengalami kontraksi selama dua triwulan secara berturut-turut pada 2001. Eropa juga memasuki masa resesi pada kuartal lalu, menurut laporan yang dirislis ekan lalu. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri
  • Putin: Krisis finansial naikkan harga gas alam

Komentar

Beri Komentar