Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Selasa, 18/11/2008 09:05 WIB

ECB berpeluang pangkas suku bunga acuan

oleh : Irvin Avriano

FRANKFURT (Bloomberg): Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) berpeluang memotong suku bunga acuan.

Anggota dewan komisaris ECB Axel Weber mengatakan hal itu dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi.

"Kita akan menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melambat dengan langkah yang berarti," tuturnya seperti ditulis Bloomberg dini hari tadi.

Dia menuturkan keputusan bank untuk memotong suku bunga untuk kali kedua sejak 8 Oktober sebesar 50 basis poin  adalah sebuah langkah penting pertama yang dapat dilakukan.

"Kami melihat awan gelap dramatis pada prediksi ekonomi di masa depan."

Kawasan Uni Eropa itu mengalami resesi pertamanya dalam 15 tahun terakhir pada kuartal III/2008 ini.

Krisis yang terjadi secara global juga dinilai sebagai yang terburuk sejak Great Depression pada 1929. Kondisi ini membuat ECB harus memotong suku bunga acuannya dari posisi saat ini yang berada di level
3,25%.

Pada 6 November lalu Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) di Washington mengatakan kondisi ekonomi dapat lebih lesu tahun depan.

Pembuat kebijakan akan bertemu pekan depan untuk memutuskan suku bunga pada bulan Desember.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri
  • Putin: Krisis finansial naikkan harga gas alam

Komentar

Beri Komentar