Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Kamis, 20/11/2008 11:39 WIB

Ekspor Jepang turun hingga terendah 7 tahun

oleh : Berliana Elisabeth S.

TOKYO (Bloomberg): Ekspor Jepang turun hingga capai level terendah dalam tujuh tahun periode Oktober dipicu krisis finansial global sehingga menggerus permintaan barang dari negeri ini.

Ekspor menjadi mesin penggerak pertumbuhan perekonomian Jepang dalam enam tahun terakhir, tergerus 7,7% dari posisi Oktober tahun lalu, penurunan terbesar sejak Desember 2001, kata Menteri Keuangan hari ini di Tokyo. Sejumlah ekonom yang disurvey Bloomberg News memproyeksikan penurunan sebesar 8%.

Krisis finansial yang menggerus US$16 triliun dana dari pasar modal global sejak Lehman Brothers Holding Inc, bank investasi tertua di AS, bangkrut dan diikuti perusahaan keuangan lainnya.

Canon Inc akhirnya menurunkan proyeksi keuntungan dan memangkas rencana investasi dalam bulan-bulan terakhir setelah menurunnya ekspor Jepang yang dipengaruhi perekonomian global memasuki era resesi pada kuartal ketiga ini.

"Kami menerima berita mengenai masalah penurunan ekspor yang akan terus mempersulit perekonomian Jepang karena dampak dari krisis finansial global," kata Kyohei Morita, chief Japan economist Barclays Capital di Tokyo.

Yen Jepang ditransaksikan pada level 95,75 per dolar AS pagi tadi di Tokyo dari 95,88 sebelum laporan ini dikeluarkan. Mata uang Jepang menguat 9,2% sejak September, menghapuskan keuntungan eksportir. Indeks saham Nikkei 225 turun 4,6% hari ini.

Perekonomian Jepang berkontraksi untuk periode tiga bulan, Juli-30 September 2008, mengikuti resesi di AS dan Eropa. Pertumbuhan di China, mitra terbesar untuk perdagangan Jepang, juga melambat untuk kuartal keempat.

Hari ini laporan menunjukkan krisis finansial memukul permintaan dari emerging market. Ekspor ke Asia turun 4%, penurunan pertama sejak enam tahun. Pengiriman ke Cgina turun untuk pertama kali dalam tiga tahun.

Pengiriman (shipments) ke Eropa juga turun 17,2%, penurunan tertinggi sejak Desember 2001, dan permintaan dari AS turun 19%.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri
  • Putin: Krisis finansial naikkan harga gas alam

Komentar

Beri Komentar