Deklarasi Lima putuskan lingkaran ketidakpastian
Senin, 24/11/2008 08:52:06 WIBOleh: Ratna Ariyanti
LIMA, PERU (bisnis.com): Pertemuan para pemimpin ekonomi Forum Kerja Sama Asia Pasifik (APEC), yang telah mengadakan pertemuan selama dua hari sejak Sabtu (22 November), telah menghasilkan Deklarasi Lima.
Deklarasi disampaikan pada Minggu pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB. Seperti dalam perhelatan sebelumnya, para pemimpin berkumpul dengan mengenakan pakaian khas dari negara yang menjadi tuan rumah.
Kali ini, ke-21 pemimpin tampil dengan mengenakan poncho, pakaian yang biasanya digunakan para penduduk yang hidup di dataran tinggi guna menghalau udara dingin, berwarna coklat.
Sesi pemotretan bersama dilakukan sebelum upacara deklarasi digelar. Pada sesi foto ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdiri di antara Kepala Eksekutif Hong Kong Donald Tsang dan Perdana Menteri Jepang Taro Aso.
Presiden Peru Alan Garcia Perez, dalam upacara deklarasi, menegaskan para pemimpin telah sepakat bahwa pertemuan tersebut akan menghasilkan sebuah pernyataan yang jelas dan tegas yang akan memutus lingkaran ketidakpastian.
Perez menyampaikan sambutannya dalam bahasa Spanyol. Ia terlihat begitu bersemangat. Perez bahkan merasa perlu mencopot kaca mata yang dikenakannya.
“Kita akan menghindari terjadinya resesi. Kita akan berupaya untuk menanggulangi krisis ini secara bersama-sama, masyarakat, perusahaan dan pemerintah. APEC merupakan instrumen terbaik untuk mengatasi krisis,” ujar Perez.
Dalam Deklarasi Lima, para pemimpin ekonomi menyepakati kesenjangan yang kini terjadi antara negara maju dan negara berkembang.
“Kami akan berkomitmen untuk memperkuat dimensi sosial dari globalisasi dan memastikan bahwa semua anggota dan seluruh sektor ekonomi APEC dapat mengakses kesempatan guna berpartisipasi di dalamnya dan memperoleh keuntungan dari perdagangan global dan investasi,” demikian bunyi deklarasi tersebut.
Pertemuan APEC ini juga menghasilkan solusi sebagai upaya mengatasi permasalahan yang kini terjadi di dunia.
Para pemimpin ekonomi berkomitmen untuk mengambil langkah yang cepat dan meyakinkan di tengah perlambatan ekonomi global yang paling serius yang pernah terjadi di dunia.
"Kami menyambut kebijakan moneter dan stimulus fiskal yang telah dilakukan oleh anggota ekonomi APEC dan akan mengambil semua langkah-langkah ekonomi dan keuangan yang diperlukan. Dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk untuk orang-orang yang paling membutuhkan", kata mereka.
Para pemimpin juga mendukung upaya penyelesaian perundingan Doha Development Agenda (DDA) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang tertunda cukup lama.
Deklarasi Lima juga menyokong rencana kerja APEC Regional Economic Integration (REI) pada 2009. (ln)