Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Kamis, 27/11/2008 12:59 WIB

Para bankir di Eropa tak akan dapat bonus

oleh : Berliana Elisabeth S.

LONDON (Bloomberg): Sekitar seperempat bankir di Eropa tidak akan mendapat bonus tahun ini karena program bailout pemerintah untuk industri perbankan yang harus dibayar kembali.

Perusahaan jasa finansial juga akan membatasi pembayaran tunai kepada karyawannya, namun membayar lebih tinggi untuk bonus saham, menurut survei bankir dari 30 perusahaan di London yang dilakukan perusahaan perekrutan Armstrong International. Bankir yang mendapat bonus juga mesti rela didiskon 60% dari biasanya.

"Tahun ini, di seluruh dunia pemberian bonus mengecewakan, bahkan banyak yang tidak mendapatkannya hingga semua divisi tidak akan dapat bonus," kata Matthew Osborne, managing partner Armstrong International.

Para pimpinan di perbankan juga akan menerima gaji lebih rendah karena krisis finansial yang terburuk sejak Great Depression 1929. Para bankir di Eropa pada empat tahun terakhir memperoleh bonus lebih dari 31 miliar poundsterling (US$47 miliar), menurut data Centre for Economics and Business Research.

Barclays Plc mengatakan tidak akan memberikan bonus kepada top eksekutif  mengikuti beberapa perusahaan lainnya seperti Goldman Sachs Group Inc, UBS AG, dan Deutsche Bank AG.

Bank dan perusahaan broker mencatatkan writedown dan kerugian kredit lebih dari US$700 miliar dan memecat 164.000 tenaga kerja sejak krisis kredit berlangsung pada tahun lalu.

Meskipun para eksekutif di perusahaan broker dan bank mendapat bonus, jumlahnya akan sama seperti 2007 atau bahkan dipangkas 30%.

Mayoritas pekerja di struktur kredit tidak akan mendapat bonus atau mereka digaji lebih rendah 20%, hasil survei. Rata-rata trader pada divisi cash equity gajinya dipangkas 55%. Bankir untuk nasabah private dan diler valuta asing akan selamat dari pemangkasan gaji ini.

BNP Paribas SA, bank terbesar ketiga di Eropa, akan menurunkan pemberian bonus hingga lebih dari 70% untuk divisi corporate dan investment bank setelah laba bersih tergerus periode sembilan bulan pertama 2008. "Mayoritas karyawan akan menerima pemangkasan bonus, bahkan banyak yang tidak akan memperoleh bonus meskipun kinerjanya 'best performers', kata Jacques d’Estais, head of corporate and investment banking di Paris.

Sejumlah bank lainnya seperti UBS akan menaikkan porsi pemberian bonus dengan saham. UBS, bank di Swiss memperoleh dana penyelamatan US$59,2 miliar dari pemerintah dan bank sentral.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri
  • Putin: Krisis finansial naikkan harga gas alam

Komentar

Beri Komentar