Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Jumat, 28/11/2008 12:02 WIB

Indeks saham futures India turun akibat aksi teroris

oleh : Berliana Elisabeth S.

MUMBAI (Bloomberg): Indeks saham berjangka di India, S&P CNX Nifty Index futures untuk pengiriman Desember turun untuk kedua harinya pasca aksi teror yang menewaskan 119 orang di wilayah Mumbai.

Kontrak yang mencatat harga saham 50 saham pada indeks S&P CNX Nifty Index di bursa National Stock Exchange of India Ltd, turun 0,9% menjadi 2.662 di Singapura hari ini setelah sebelumnya juga turun 2,7% menjadi 2.685 kemarin. Kontrak November berakhir hari ini dengan penurunan harga 1,3% menjadi 2.650.

Bursa saham di India kemarin tutup setelah serangan teroris militan menembaki sejumlah tempat di Mumbai termasuk Hotel Taj Mahal dan Hotel Oberoi, serta stasiun kereta dengan menargetkan warga asing dari Amerika dan Inggris.

Sekitar delapan orang asing ternbunuh akibat aksi penembakan membabi buta dan pengebobam para militan di India di sebagian wilayah India yang menjadi pusat perekonomian negeri itu.

"Mumbai menjadi wilayah perang saat ini. Dalam jangka menengah akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi India ditengah krisis kredit. Situasi ini mempersulit perekonomian dalam jangka pendek," kata Jay Moghe, managing partner Asian Alternative Consulting di Singapura.

Serangan teroris ini semakin menakutkan investor ditengah buruknya krisis finansial yang sudah menghempaskan indeks saham Bombay Stock Exchange Sensitive Index (Sensex) sebesar 56% tahun ini, penurunan tahunan rekort erbesar. Padahal indeks Sensex ini sempat naik 3,8% menjadi 9.026,73 pada 26 November sebelum serangan.

Investor internasional melepas saham hingga rekor tertinggi US$13,5 miliar di India tahun ini hingga 24 November, menurut data Securities and Exchange Board of India, seiring pertumbuhan ekonomi yang melambat. Aksi beli investor tahun lalu mencapai rekor tertinggi US417,4 miliar.

Bombay Stock Exchange dan National Stock Exchange kemungkinan mengakhiri waktu transaksinya lebih cepat hari ini, termasuk obligasi, valuta asing, komoditas dan pasar uang, kata pejabat bursa dan bank sentral kemarin tanpa memberi keterangan lanjutan hari ini.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri
  • Putin: Krisis finansial naikkan harga gas alam

Komentar

Beri Komentar