Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Jumat, 28/11/2008 17:53 WIB
Singapura terimbas krisis global
oleh : Arif Pitoyo
JAKARTA (AP): Bank Sentral Singapura memperingatkan turunnya perekonomian negara itu yang diawali dengan resesi pada kuartal ketiga tahun ini dan akan dilanjutkan dengan anjloknya keuntungan korporasi dan maraknya pemutusan hubungan kerja.
“Ekonomi akan berjalan sangat lambat bahkan diprediksi turun dalam beberapa pekan ke depan,” demikian diungkapkan otoritas moneter negara tersebut hari ini.
Kondisi krisis tersbut, menurut Bank Sentral Singapura, akan menurunkan pendapatan kotor perusahaan, menurnunkan pendapatan setiap keluarga, dan meningkatkan angka pengangguran.
Pemerintah negara tersebut akhir pekan lalu menegaskan nilai ekspor turun 6,8% pada kuartal ketiga dibandingkan kuartal kedua tahun ini. Pemerintah Singapura memperkirakan tahun ini pertumbuhan ekonomi akan mencapai 2,5%.
Singapuran bukan merupakan negara pengekspor minyak sehingga sangat terpengaruh fluktuasi harga minyak dunia. Negara tersebut lebih banyak mengekspor barang-barang elektronik dan obat-obatan. Sementara 70% ekspor dari negara tersebut memiliki tujuan ke negara-negara Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang yang saat ini sedang mengalami krisis.
“Kita telah memasuki periode yang berubah, karena di saat AS mengalami krisis, hampir seluurh negara di dunia juga mengalami penurunan pertumubhan ekonomi, dan kita tidak bisa menolaknya,” ujar Menteri Keuangan Singapura Tharman Shanmugaratnam.
Pengusaha dari Indonesia yang ingin memindahkan modalnya ke negara tersebut kini harus berfikir ulang mengingat Singapura juga terimbas krisis global.(api)
bisnis.com
Berita Lain
- Jepang-China bahas sengketa gas
- Investasi asing di Korsel 2008 naik 11,3%
- Penjualan ritel di AS turun 17,3%
- Ekspor Korsel Desember turun 17,4%
- Singapura pangkas prediksi ekonomi 2009