Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Sabtu, 29/11/2008 13:17 WIB
Malaysia butuh pemangkasan bunga lagi
oleh : M. Yunan Hilmi
KUALA LUMPUR (Bloomberg): Malaysia perlu menurunkan suku bunga lagi dan mengimplementasikan pengeluaran publik untuk mencegah makin memburuknya situasi ekonomi menyusul resesi global yang menyebabkan pertumbuhan di Asia tertekan ke level terendah dalam tiga tahun.
Pertumbuhan negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara itu mencapai 4,7% pada kuartal ketiga, lebih rendah dari 6,7% tiga bulan sebelumnya.
"Permintaan domestik yang sustain merupakan kunci agar pertumbuhan pada 2009 tetap positif. Oleh karena itu, kami fokus untuk mempertahankan permintaan domestik untuk mengurangi dampak lemahnya pertumbuhan global," kata Gubernur Bank Negara Malaysia Zeti Akhtar Aziz di Kuala Lumpur, kemarin.
Negara-negara Asia termasuk Malaysia dan Filipina bergantung pada permintaan domestik untuk mendorong pertumbuhan di tengah resesi yang terjadi di AS, Jepang, dan Eropa. Resesi itu telah memukul ekspor produk buatan Asia seperti Intel Corp chips dan lainnnya. Pada bulan ini, Malaysia menurunkan suku bunga untuk pertama kali sejak 2003 dan menyediakan 7 miliar ringgit (US$1,9 miliar) anggaran untuk mendongkrak perekonomian.
"Ekspor bukan lagi pilar pertumbuhan. Pelaksanaan proyek publik sangat penting, jika ditunda atau terlambat pencairan dananya akan menekan pertumbuhan," kata Lee Heng Guie, chief economist CIMB Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur, yang memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga menjadi 2,75% sampai akhir tahun dari posisi saat ini 3,25%.
Indeks bursa Malaysia turun 0,4% pada pukul 5 p.m. penutupan kemarin.
Pada 24 November, Bank Negara menurunkan suku bunga patokan overnite sebesar seperempat basis poin menjadi 3,25% dan menurunkan giro wajib minimum bank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Menurut Aseambankers Malaysia Bhd, Oversea-Chinese Banking Corp, JPMorgan Chase & Co dan HSBC Holdings Plc bunga akan turun setengah basis poin pada Maret.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Jepang-China bahas sengketa gas
- Investasi asing di Korsel 2008 naik 11,3%
- Penjualan ritel di AS turun 17,3%
- Ekspor Korsel Desember turun 17,4%
- Singapura pangkas prediksi ekonomi 2009