Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional
Selasa, 02/12/2008 12:00 WIB
Australia kembali turunkan bunga 100 bps
oleh : M. Yunan Hilmi
SYDNEY (Bloomberg): Bank sentral Australila kembali memangkas suku bunga acuan 100 basis poin yang merupakan penurunan lanjutan terbesar sejak resesi 1991.
Gubernur Glenn Stevens menurunkan target suku bunga overnite berjangka enam tahun menjadi 4,25%, pengurangan keempat dalam beberapa bulan terakhir. Empat dari 21 ekonom yang disurvei sesuai dengan keputusan itu, sementara 15 sisanya memperkirakan pemotongan tiga seperempat poin.
Keputusan Stevens ini bertujuan untuk memulihkan keyakinan bisnis dan konsumen setelah bursa saham anjlok sampai 44% tahun ini dan harga properti turun terendah sejak 1987. Bank sentral menjelaskan akan mendorong pertumbuhan di tengah rendahnya inflasi. "Pada akhirnya kita akan melihat suku bunga tunai turun sampai 3% tahun depan. Resesi di Australia sayangnya hanya menunggu waktu," kata Shane Oliver, chief economist AMP Capital Investors di Sydney.
Dolar Australian diperdagangkan pada US$0,6397 pada 2:44 p.m. di Sydney dari US$0,6374 sesaat sebelum penutupan. Yield obligasi pemerintah berjangka dua tahun naik 11 bps menjadi 3,04%.
"Makin beratnya tekanan dari domestik dan internasional dalam beberapa bulan terakhir, membuat dewan memutuskan untuk melanjutkan penurunan suku bunga yang signifikan. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi kebijakan moneter," kata Stevens hari ini.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Investasi asing di Korsel 2008 naik 11,3%
- Penjualan ritel di AS turun 17,3%
- Ekspor Korsel Desember turun 17,4%
- Singapura pangkas prediksi ekonomi 2009
- Pertumbuhan Singapura turun jadi 1,5%