Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Rabu, 03/12/2008 17:27 WIB

Bank Sentral Thailand pangkas suku bunga 1%

oleh : Ratna Ariyanti

BANGKOK(AP): Bank Sentral Thailand memangkas suku bunga untuk menghindari resesi akibat penurunan ekonomi global dan penutupan bandara selama sepekan oleh para demonstran anti pemerintah.

Bank Thailand telah memotong suku bunga pinjaman sebesar 1% menjadi 2,75%, level terendah sejak pertengahan 2005, bahkan besaran persentase yang ditetapkan bank sentral ini merupakan yang terbesar dalam kurun waktu 8 tahun terakhir.

Bank Sentral menyebutkan bahwa krisis finansial global membawa dampak yang signifikan dan memukul perekonomian lebih dalam dari yang semula diperkirakan. Dampaknya terutama akan terasa pada nilai ekspor, penopang utama dari perekonomian Negeri Gajah Putih ini.

"Masalah politik dalam negeri lebih memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi, terutama pada kepercayaan dan pariwisata," ujar Asisten Gubernur Duangmanee Vongpradhip.

Para demonstran telah mengakhiri aksi pendudukan bandara internasional dan domestik mulai hari ini, tapi dampak yang ditinggalkan diperkirakan dapat memukul sektor pariwisata untuk jangka waktu yang lama. Lebih dari 300.000 wisatawan sempat terlantar akibat aksi unjuk rasa di bandara itu.

Mahkamah Konstitusi Thailand kemarin menetapkan bahwa partai yang memerintah terbukti melakukan pelanggaran dalam bentuk pembelian suara. Keputusan ini memaksa Perdana Menteri Thailand Somchai Wongsawat dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan lain menanggalkan jabatan.

Keputusan ini selaras dengan tuntutan yang disuarakan para pengunjuk rasa yang dalam beberapa hari menduduki dua bandara di negara ini.(amu)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri
  • Putin: Krisis finansial naikkan harga gas alam

Komentar

Beri Komentar