Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Internasional


Kamis, 04/12/2008 15:03 WIB

"ECB harus agresif turunkan suku bunga"

oleh : M. Yunan Hilmi

FRANKFURT (Bloomberg): European Central Bank diperkirakan lebih agresif memangkas bunga dalam 10 tahun terakhir di tengah makin terpuruknya perekonomian global.

Investor berkeyakinan para pembuat keputusan ECB yang tengah berkumpul di Brussels hari ini, akan menurunkan suku bung patokan setidaknya 75 basis poin menjadi 2,5%. Jika itu terjadi, angka itu merupakan penurunan tunggal yang terbesar. Sebanyak 56 ekonom yang disurvei Bloomberg terpecah menjadi dua kelompok, 35 memperkirakan penurunan 50 bps dan 21 ekonomi berpendapat 75 bps lebih. 

Sejauh ini ECB menolak mengikuti langkah sejumlah negara rekanan dari Inggris sampai Selandia Baru untuk memangkas suku bunga dengan persentase yang tidak seperti biasanya. Bank sentral ini membatasi diri dengan penurunan 50 bps sejak Oktober. Selain itu, Gubernur ECB Jean-Claude Trichet menekankan suku bunga merupakan anchor dari kestabilan.

"Sidang ECB nampaknya akan terjadi perdebatan di tengah kolapsnya perekonomian di sekitar mereka. Mereka butuh lebih banyak tindakan dan harus cepat," kata Julian Callow, ekonom Barclays Capital di London.

ECB, yang mematok bunga paling tinggi di antara negara G-7, akan mengumumkan keputusannya hari ini.

Bank of England diperkirakan akan memangkas 100 bps menjadi 2% hari ini, setelah bulan lalu menurunkan 150 bps. Australia pekan ini juga memangkas 100 bps dan Federal Reserve AS sudah memangkas suku bunga 325 bps tahun ini menjadi 1%.

Sejumlah ekonom mengatakan dengan kondisi 15 negara anggota yang makin terbenam dalam resesi, sudah saatnya bagi ECB untuk lebih responsif dalam menangani krisis.

"Bukti kalau ekonomi bakal mengalami kontraksi tajam dalam kuartal empat, ditambah dengan prospek penurunan inflasi yang makin tajam, sudah saatnya ECB makin agresif," kata Nick Kounis, chief economist Fortis Bank N.V. in Amsterdam.

Sektor manufaktur dan industri jasa mengalami penurunan yang mencapai angka tertinggi pada November. Keyakinan ekonomi juga terpuruk ke level terendah dalam 15 tahun. Dengan turunnya harga minyak, laju inflasi turun terbesar dalam 20 tahun menjadi 2,1% dari 3,2%.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Pertumbuhan Singapura turun jadi 1,5%
  • Malaysia gulirkan paket fiskal tambahan
  • Perekonomian Vietnam tumbuh paling lambat
  • Resesi Jepang bertambah dalam
  • Produksi industri Singapura merosot 7,5%
  • Penjualan musim libur terburuk dalam satu dekade
  • Produksi industri di Jepang anjlok 8,1%
  • Rusia terapkan defisit anggaran 2009
  • Korban kasus Madoff bunuh diri

Komentar

Beri Komentar