JAKARTA (Bisnis.com): Target pemerintah menurunkan angka kemiskinan menjadi 8,2% pada 2009 diperkirakan tidak tercapai.
Pasalnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan pada Maret 2009 sebesar 14,15% atau sebanyak 32,53 juta jiwa.
Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moes mengatakan sejak 2004--2009 angka kemiskinan hanya turun 2,45% dari 16,6% menjadi 14,15% atau hanya berkurang 3,57 juta jiwa.
“Padahal alokasi belanja bantuan sosial dalam APBN sejak 2005 sampai dengan 2009 meningkat 217,2%,” katanya di Jakarta, hari ini.
Selain itu, lanjutnya, peningkatan kinerja pertumbuhan ekonomi sejak 2005--2008 tidak disertai dengan penurunan tingkat gini ratio (salah satu ukuran ketimpangan pendapatan penduduk secara menyeluruh). Dengan kata lain, seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesenjangan distribusi pendapatan juga meningkat.
“Terjadi peningkatan koefisien gini dari 0,32 pada 2004 menjadi 0,37 pada 2007,” katanya.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »