Cadangan devisa turun tipis jadi US$57,6 miliar

Jumat, 03/07/2009 15:27:22 WIBOleh: Hendri T. Asworo & Fajar Sidik
JAKARTA (Bisnis.com): Posisi cadangan devisa hingga akhir Juni mencapai US$57,6 miliar setara dengan 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Cadangan devisa tersebut turun tipis sekitar US$180 juta jika dibandingkan dengan posisi akhir Mei yang mencapai US$57,934 miliar. "Cadangan devisa sekitar US$57,6 miliar, turun-turun tipis ya tidak apa-apa, itu untuk bayar utang dan lainnya," kata Gubernur Bank Indonesia (Plt) Miranda S Goeltom di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, dengan adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi global telah membuat arus dana kembali masuk ke Indonesia di antaranya dari sisi ekspor dan impor sehingga turut mendorong penambahan cadangan devisa dari surplus transaksi berjalan. Selain itu, sambungnya, indikator perbaikan harga komoditas telah mendukung surplus neraca pembayaran Indonesia.

Menurut catatan BI, transaksi berjalan saat ini surplus US$2,2 miliar. Sementara itu, sejak Januari 2009 hingga akhir Juni, cadangan devisa secara umum terus mengalami penguatan hingga US$7 miliar. Cadangan devisa pada Januari 2009 mencapai US$50,869 miliar dan kini telah berada di US$57,6 miliar.

Miranda menyampaikan masuknya aliran dana ke Indonesia membawa dampak positif bagi penguatan nilai tukar rupiah. Selama kuartal II/2009, nilai tukar rupiah telah mengalami apresiasi sebesar 9,9%. Nilai tukar rupiah pada Januari mencapai Rp10.895 per dolar AS. Bahkan pada Maret sempat menembus Rp12.000 per dolar AS. Namun, pada 3 Juli ini rupiah, menurut data BI berdasarkan nilai tengah kurs valuta asing, telah bertenger di posisi Rp10.255 per dolar AS.(yn)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika