
JAKARTA (bisnis.com) : Pemerintah menilai proyeksi Bank Indonesia terkait pemerosotan konsumsi pemerintah di kuartal IV/2009 menjadi 1,7% terlalui pesimistis bila mempertimbangkan belanja stimulus fiskal yang tengah digenjot.
Hal ini diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, hari ini.
Sebelumnya, Bank Indonesia membuat kajian terhadap perekonomian makro Tanah Air dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2009 sebesar 4,4% kendati terjadi pemerosotan konsumsi pemerintah merosot, dari 10,2% pada kuartal III menjadi 1,7%. Dengan demikian, BI melihat konsumsi domestik akan menurun ydari 5,4% menjadi 4,3% kendati konsumsi swasta naik dari 4,7% menjadi 4,8%.
"Kalau dari stimulus fiskal saja pada kuartal III sudah lebih dari 50%, biasanya laporan program dan realisasi anggarannya itu berbeda, karena soal administrasi. Nah saya optimis dapat laporan dari PU [Departemen Pekerjaan Umum] itu akan berjalan," jelas dia.
Hatta meyakini belanja pemerintah justru akan melonjak tinggi di kuartal IV/2009 sesuai dengan siklusnya, terlebih dengan digenjotnya belanja stimulus fiskal hingga melebihi 90% dari pagu Rp73,3 triliun.
Dengan demikian, dian optimistis pertumbuhan ekonomi akan tumbuh minimal 4,3% sepanjang tahun ini kendati belum dapat memproyeksi berapa besar kontribusi konsumsi pemerintah. "[pertumbuhan konsomsi pemerintah kuartal IV/2009] lebih baiklah dari kuartal III." (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »