Econit: Kebijakan APBN hanya utak atik akuntansi

Selasa, 09/02/2010 19:50:36 WIBOleh: Dewi Astuti
JAKARTA (Bisnis.com): Ekonom Econit Advisory Group Hendri Saparini menilai kebijakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) selama 5 tahun terakhir terkesan sekadar mengutak-atik sistem akuntansi.

Menurut dia, pengalokasian belanja negara tidak lagi dikaitkan dengan amanah konstitusi yang mana tujuan pembiayaan semestinya untuk kesejahteraan rakyat. Sasaran-sasaran pembangunan RPJMN 2005-2009 bahkan dinilai gagal.

"APBN terus meningkat, tetapi tidak ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Padahal, anggaran berbiaya mahal. Selain dengan penjualan sumber daya alam, juga dengan utang berbiaya mahal," tuturnya, hari ini.

Terhadap prospek perekonomian Indonesia tahun ini, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat bergerak 5,7%, lebih tinggi dari 2009 yang dia proyeksikan tumbuh pada kisaran 4,4%-4,5%.

"Namun growth ada karakteristiknya yaitu didorong hot money, cost mahal karena utang, dan didorong komoditas primer. Kalau karakteristiknya seperti ini saja, pertumbuhan tidak bermanfaat," tambahnya.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika