Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Kamis, 08/05/2008 11:24 WIB
SBY: Bantuan bagi rakyat miskin dipertahankan
oleh : Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan pemberlakuan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan dibarengi dengan sejumlah kebijakan untuk membantu rakyat miskin.
"Biaya-biaya untuk membantu tetap kami pertahankan, ada tiga klaster, yaitu pemberian bantuan langsung tunai, pemberdayaan masyarakat, dan kredit usaha rakyat [KUR]," ujar Presiden Yudhoyono dalam sambutan pembukaan Gedung A Unit Rawat Inap Terpadu Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, hari ini.
Kepala Negara juga kembali mengingatkan pentingnya penghematan, mulai dari belanja negara yang mengarah ke kegiatan konsumtif dan dapat ditunda, hingga energi dan listrik.
Pemerintah, lanjut Presiden, terus menggodok kebijakan dan serangkaian opsi agar dapat menjadi paket yang tepat. Konsultasi bersama Dewan Perwakilan Rakyat guna membahas penyesuaian anggaran juga menjadi langkah yang dijalankan oleh pemerintah.
Meski gencar menyerukan penghematan, Presiden sempat memuji pendirian Gedung A Unit Rawat Inap Terpadu RSCM.
Anggaran pembangunan gedung rawat inap terpadu A berasal dari dana APBN 2006 dan 2007 sebesar Rp109 miliar serta dana Pendapatan Negara Bukan Pajak-Badan Layanan Umum RSCM sebesar Rp14 miliar.
"Ini produktif untuk membantu golongan yang tidak mampu. Kami tentu ingin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Tanah Air," tegas Presiden.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- China fokus investasi di dalam negeri
- Menkeu: Tidak ada APBN-P II 2008
- Pemerintah & DPR perluas objek pajak
- Astra butuh tenaga kerja baru 1.200 per tahun
- Kementerian & lembaga negara diminta libatkan BPKP
Komentar
#1 - Perlu Kreatifitas&inovasi Baru
DIPERLUKAN KREATIFITAS DAN INOVASI BARU DALAM PENYELAMATAN APBN 2008 Menyelamatkan APBN dengan naiknya harga minyak mentah Dunia, sebenarnya banyak jalan yang dapat ditempuh, asalkan kita mempunyai kemauan, keberanian dan Kreativitas Untuk melakukannya. Pemikiran bahwa menaikkan harga BBM didalam negeri adalah satu2nya solusi se Sebagai langkah penyelamatan, menunjukkan tidak adanya Kreatifitas. Logika apa yang dipakai oleh Team Perumus Ekonomi Pemerintah ttg BBM,yang Menyatakan bahwa inflasi 2008 akan menjadi 11,1%, bila harga BBM dinaikkan sebesar 28,7% Dan pertumbuhan Ekonomi mencapai 6%; Apakah mereka tidak pernah belajar,bahwa Setiap kenaikan harga BBM selalu ada Multiflyer Efeknya ??? Sedangkan sekarang saja inflasi Sudah mencapai 8,96%, sedangkan pertumbuhan ekonomi baru mencapai sebesar 5,4% ??? Kalau mengingat bahwa pada bulan Mei s/d July 2008, Omzet Perusahaan2 akan Turun karena ibu2 rumah tangga memerlukan Dana untuk biaya anak2nya sekolah, mungkin akan banyak perusahaan2 terutama perusahaan UKM yang bangkrut, karena harga2 bahan baku,ongkos produksi & distribusi,gaji karyawan akan naik, sedangkan daya beli masyarakat tu run secara drastis. Dan inflasi mungkin lebih tinggi dari 13,2% dan pertumbuhan ekonomi tidak Mencapai 5,8%, sebagaimana yang diasumsikan oleh Team Perumus ekonomi pemerintah, lebih2 karena BBM untuk industry sudah dinaikkan sebesar 6,4% dan 11,3% pada 1 Mei 2008 yang lalu. Tanpa kenaikan harga2 BBM, Opsi2 yang kiranya dapat dipakai untuk menyelamatkan APBN 2008 adalah a.l. - Program Penghematan pemakaian BBM. - Mengembalikan Komposisi bagihasil yang lebih adil dengan Kontraktor2 explorasi minyak dan gas. - Mempercepat berproduksinya ladang2 minyak & gas, seperti Blok cepu dll. - Mempercepat produksi & pemakaian Biofuel & energie alternative. - Memperbesar efisiensi import BBM - Menambah & membangun kilang2 minyak baru. - Menjadwal ulang Hutang luar negeri Pemerintah - Menyelesaikan tuntas kasus BLBI, money politiks, korupsi dll. - Transparansi dan accountability Pertamina dan BP MIGAS. Program2 BLT, BOSS,RASKIN,ASKESKIN yang selama ini dijalankan faktanya sudah GAGAL mengangkat rakyat miskin dari jurang kemiskinan; Dan kalau dipersoalkan masalah PENYELUNDUPAN BBM, hal ini adalah masalahnya aparat keamanan; Jangan rakyat dibuat menderita dengan kenaikan Harga BBM, hanya karena takut adanya PENYELUNDUPAN.- Oti Setiawan S. Alumni Univ. Trisakti,Jakarta.
oti Setiawan S. - Jakarta/Indonesia @ 08/05/2008 - 13:28 WIB dari 61.247.1.164 (164.1.247.61.fast.net.id)