Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Senin, 12/05/2008 10:40 WIB
'Kaum menengah atas agar maklumi kenaikan BBM'
oleh : Erna Sari Ulina Girsang
JAKARTA (bisnis .com): Pemerintah meminta pengertian masyarakat kelas menengah ke atas mengenai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Deputi Kemeneg PPN/Bappenas Bambang Widianto mengatakan menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan alternatif terakhir pemerintah, karena kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini menyebabkan lonjakan subsidi BBM, padahal subsidi tersebut tidak semuanya dialokasikan bagi maysrakat miskin.
Kondisi ini menyebabkan subsidi BBM tidak tepat sasaran, karena berakibat pada kebijakan mengurangi pembiayaan bagi pelayanan masyarakat lainnya.
Dia menyayangkan keberatan sejumlah masyarakat golongan menengah atas mengenai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Untuk golongan masyarakat miskin, paparnya, pemerintah telah menganggarkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp100.000 per bulan per rumah tangga miskin (RTM).
"Jadi saya harap masyarakat tidak keberatan kalau pemerintah mengalokasikan uang Rp100.000 per keluarga per bulan, karena pada dasarnya masyarakat lainnya selama ini juga menikmati subsidi BBM. Bahkan setelah harga dinaikkan, harga yang berlaku masih disubsidi," jelasnya.
Hal ini dikemukakan Bambang dalam Temu Pakar dan Diskusi Publik bertajuk Kenaikan harga BBM: Siapa yg harus diselamatkan?, di Jakarta hari ini.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- China fokus investasi di dalam negeri
- Menkeu: Tidak ada APBN-P II 2008
- Pemerintah & DPR perluas objek pajak
- Astra butuh tenaga kerja baru 1.200 per tahun
- Kementerian & lembaga negara diminta libatkan BPKP
Komentar
#1 - Salah Kaprah
kok malah kaum menengah ke atas yang harus maklum....menengah ke bawah malah harus menjerit...gimana ini orang !
AZIS - Jakarta @ 12/05/2008 - 11:14 WIB dari 202.57.10.34 (202.57.10.34)