Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Selasa, 13/05/2008 18:24 WIB

Sri Sultan: Angka kemiskinan sulit turun

oleh : Dewi Astuti

DEPOK (Bisnis): Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan pesimistis angka kemiskinan di Indonesia dapat turun bila pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
 
“Meski ditopang oleh bantuan langsung tunai [BLT], jumlah orang miskin menurut BPS [Badan Pusat Statistik] pada Juli 2007 yang mencapai 37,17 juta jiwa justru akan meningkat tajam,” katanya dalam Orasi Budaya Merajut Etos Keindonesiaan dari Kemajemukan Budaya di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, hari ini.

Angka kemiskinan di Tanah Air, katanya, sangat dimungkinkan untuk meningkat karena pemerintah masih memiliki kecenderungan untuk memakai paradigma pembangunan ekonomi yang mengutamakan pertumbuhan daripada keadilan.
 
Selama pemerintah memakai paradigma tersebut, pertumbuhan ekonomi tidak akan berkolerasi lurus dengan tingkat kesejahteraan dan keadilan rakyat sehingga angka kemiskinan juga akan naik.
 
“Bila demikian, perbedaan angka kemiskinan versi BPS yang 37,17 juta jiwa dan versi Bank Dunia yang 100 juta jiwa tidak mesti diperdebatkan lagi,” tambahnya. (02)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • 14 Kementerian raih penyaji laporan terbaik
  • Penerimaan pajak 2009 diduga naik 21%
  • Peringkat investasi Indonesia terus menurun
  • Investasi 2009 diprediksi tetap tumbuh

Komentar

Beri Komentar