Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Selasa, 13/05/2008 19:55 WIB
Menekan konsumsi BBM tak optimal tahun ini
oleh : Ahmad Muhibbuddin
JAKARTA: Upaya menekan konsumsi BBM bersubsidi tahun ini tidak akan optimal karena efektivitas penerapan smart card baru berjalan tahun depan.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan (BKF) Anggito Abimanyu mengatakan saat ini implementasi kartu kendali untuk menekan konsumsi BBM bersubsidi belum berjalan efektif karena masih berada dalam tahap pendataan dan uji coba.
Jika pekerjaan ini rampung, sambunyam kartu kendali akan segera dibagikan ke masyarakat.
"Jadi sekarang dilakukan sosialiasasi dan pendataan terlebih dahulu. Ini baru efektif 2009. Artinya pada 2009 baru bisa dipakai untuk mengurangi konsumsi dan menggurangi subsidi secara bertahap. Tapi mungkin bisa
dipercepat. Tergantung bagaimana proses selanjutnya," katanya hari ini.
Menyusul tekanan harga minyak mentah dunia yang semakin tinggi, pemerintah berusaha mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi agar belanja subsidi BBM dalam APBN tidak membengkak. Selain akan menerapkan smart card, pemerintah juga berusaha mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi ini melalui konversi
penggunaan minyak tanah ke gas.
Uji coba pelaksanaan kartu kendali akan dilakukan di Batam dan Bali pada September. Diharapkan implementasi di dua pulau ini menjadi proyek percontohan penerapan sistem smart card ini. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Volume kepadatan jalan untuk retribusi ERP 0,8
- Dana penyelamatan bisa turunkan harga BBM
- '10 Inpres harus segera diterapkan'
- Menkeu pulang, tak jadi hadiri sidang IMF di AS
- 10 Lembaga PBB bantu pembangunan di NTT