Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Rabu, 02/07/2008 12:54 WIB

Kalla optimistis bujet pendidikan 2009 Rp100 triliun

oleh : John Andhi Oktaveri

JAKARTA (bisnis.com): Wapres Jusuf Kalla optimistis anggaran pendidikan 2009 akan mencapai Rp100 triliun dengan asumsi besaran APBN berada di kisaran Rp1.000 triliun.

"Anggaran pendidikan yang baik hanya bisa dengan ekonomi yang kuat. Kalau pada tahun 2004 anggarannya Rp20 triliun, empat tahun berikutnya sudah Rp48 triliun. Kalau anggaran APBN Rp1.000 triliun maka pendidikan bisa Rp70 triliun, bahkan bisa mencapai Rp100 triliun tahun depan," kata Wapres saat memberikan arahan di depan alumni peserta pelatihan guru binaan PT Telkom Tbk, kemarin.

Namun anggaran pendidikan yang tinggi, ujar dia, tidak akan ada artinya tanpa diiringi tanggung jawab guru untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurut Wapres, hanya dengan pendidikan ekonomi satu bangsa bisa tumbuh dengan nilai tambah yang baik. "Pendidikan yang baik juga bisa dicapai dengan pertumbuhan ekonomi yang baik pula," katanya.

Lebih jauh Kalla menegaskan untuk memacu mutu pendidikan, para guru juga diminta untuk lebih dinamis mengingat perkembangan ilmu pengetahuan sangat dinamis. Dia mencontohkan ilmu teknologi informasi akan tumbuh dua kali lipat setiap 18 bulan. Sedangkan ilmu kedokteran tumbuh dua kali lipat setiap tiga tahun.

Pada kesempatan itu Kalla juga menyoroti masih rendahnya standar mutu kelulusan nasional yang saat ini baru mencapai angka 5,5. Angka itu, ujar dia, membuat para siswa tidak belajar keras.

Sebagai perbandingan, angka kelulusan tersebut masih lebih rendah bila dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia yang menetapkan angka 6 untuk standar kelulusan siswa. Sedangkan Singapura lebih tinggi lagi, yakni 7. "Kenapa kita kalah dengan Singapura dalam banyak hal? Karena mereka kuat belajar," katanya.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • RI-Swaziland dorong kerja sama ekonomi
  • Kadin minta KPK tertibkan perilaku fiskus
  • PPA diperpanjang dan disuntik modal
  • Presiden minta daerah otonom baru dievaluasi

Komentar

Beri Komentar