Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Senin, 07/07/2008 14:57 WIB
Pengusaha Tionghoa akan konvensi
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis.com): Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) mengadakan Konvensi Bisnis Internasional Pengusaha Indonesia & Pengusaha Tionghoa terkemuka se-Dunia pada 18-19 Juli di Jakarta.
"Konvensi ini akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 Juli dan ditutup oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada 19 Juli," kata Sekjen INTI Budi Santoso Tanuwibowo.
Menurut Budi, sampai saat terdaftar 97 pengusaha dari tujuh negara yaitu Mongolia, Spanyol, Inggris, Australia, Austria, AS, Hong Kong dan China. "Tapi Hong Kong bagian dari China, jadi semuanya dari tujuh negara."
Setelah penutupan konvensi, pengusaha dari China yang diorganissasi oleh World Eminence Chinese Business Association (Weca) ini akan berkunjung ke Bandung kemudian ke Bali. Dari Pulau Dewata ini mereka kembali ke negara masing-masing.
Para pengusaha yang datang ini merupakan pimpinan atau pemilik dari suatu grup (perusahaan induk) yang bergerak di berbagai bidang seperti pertambangan (batu bara), tenaga listrik, kimia, permninyakan, pariwisata, properti sampai ke industri ringan.
Tujuan dari konvensi ini adalah untuk memperlihatkan bahwa Indonesia saat ini berada pada kondisi yang sedang tumbuh, aman dan merupakan salah satu negara tujuan investasi yang menarik di dunia. Dengan kedatangan pengusaha Dunia ke Indonesia akan membawa masuknya sejumlah investasi ke dalam negeri sehingga membawa dampak positif dan pertumbuhan bagi perekonomian nasional.
"INTI hanya bisa bikin jembatan INTI dan PERPIT serta Weca memfasilitasi kehadiran mereka di Indonesia untuk bertemu dengan pengusaha Indonesia. Kalau kemudian berlanjut dan a soal hasilnya tergantung berbagai faktor dengan melihat kondisi sosiasl politik dan sebagainya," kata Budi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Volume kepadatan jalan untuk retribusi ERP 0,8
- Dana penyelamatan bisa turunkan harga BBM
- '10 Inpres harus segera diterapkan'
- Menkeu pulang, tak jadi hadiri sidang IMF di AS
- 10 Lembaga PBB bantu pembangunan di NTT