Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Senin, 07/07/2008 15:15 WIB
Pemda Riau tolak formulasi baru DAU
oleh : Agust Supriadi
JAKARTA (Bisnis.com): Pemda Riau menolak formulasi baru pembagian dana alokasi umum yang direncanakan pemerintah karena dinilai merugikan daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Riau Emrizal Pakis menolak jika dana bagi hasil (DBH) digunakan sebagai faktor pengurang DAU bagi wilayah penghasil minyak dan gas. Pasalnya, ujar dia, selama ini tingkat kebutuhan daerah jauh lebih besar daripada kapasitas DAU yang disalurkan.
"Terkait reformulasi DAU, ada ketidakseimbangan antara kebutuhan dan kapasitas fiskal, seharusnya seimbang. Ini menunjukkan pemerintah pusat tidak konsisten," ucap dia di Jakarta, hari ini.
Menurut dia, alokasi anggaran yang diterima Pemda Riau cenderung menurun dari tahun ke tahun. Pada 2007, Pemda Riau menerima DAU sebesar Rp2,6 triliun, sementara untuk tahun ini turun menjadi Rp2,3 triliun. DBH 2008 turun jadi Rp1,4 triliun dari yang sebelumnya Rp1,6 triliun pada tahun sebelumnya.
Karenanya, Emrizal menyarankan sejumlah hal terkait reformulasi DAU. Pertama, alokasi APBN harus konsisten diukur dari tingkat kebutuhan pembangunan di daerah dan bukan dari kapasitas fiskal yang dimilikinya. Kedua, dana DAU harus konsisten dengan kebijakan awal. Ketiga, usulan untuk merubah formula DAU agar ada keseimbangan antara kebutuhan dan kapasitas fiskal dengan bobot masing-masing 100%. Keempat, perlu transparansi dalam perhitungan berbagai formula lifting DBH.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Kenaikan harga elpiji akan dorong inflasi
- Pemkot Semarang gelar rakor jelang Lebaran
- Bibit: Program harus fokus ke rakyat
- Kadin usulkan 5 poin untuk RPP Perizinan
- Pengucuran BLT tahap I Rp5,398 miliar