Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Jumat, 22/08/2008 13:21 WIB
PPA diperpanjang dan disuntik modal
oleh : Bambang P. Jatmiko
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah memastikan akan mempertahankan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) setelah tadi malam Menteri Keuangan dan Meneg BUMN menyepakati untuk meneruskan tugas lembaga itu.
Untuk keperluan itu pemerintah menyuntikkan dana sekitar Rp1,5 triliun sebagai modal PPA. Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan dana itu diambil dari dana restrukturisasi pemerintah.
"Sehingga nanti BUMN-BUMN yang bermasalah untuk restrukturisasi sepenuhnya ditangani PPA, dan pemerintah tidak lagi menangani BUMN yang bermasalah karena sudah ada 'dokternya' sendiri," kata Sofyan seusai salat Jumat di kantornya, hari ini.
Sofyan menambahkan untuk langkah awal, pasien pertama yang akan ditangani PPA adalah BUMN penerbangan Merpati. Selanjutnya, BUMN lainnya yang sudah siap untuk direstrukturisasi tanpa merinci perusahaan pelat merah yang dimaksud.
Meski selama ini PPA belum pernah merugi, Meneg menegaskan kedepannya tidak boleh rugi. PPA juga dimungkinkan menangani perusahaan swasta yang bermasalah. Nantinya PPA diproyeksikan bisa menjadi perusahaan investasi yang memayungi BUMN.
"Seperti halnya Temasek, itukan perusahaan investasi, kedepannya kami arahkan PPA seperti itu. Namun saat ini kami masih memfokuskan fungsinya sebagai perusahaan yang khusus menangani perusahaan-perusahaan bermasalah terutama BUMN," tuturnya.
PPA merupakan perusahaan penerus dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang dulu dibentuk pada saat krisis moneter 1997-1998. Menurut jadwal, PPA akan mengakhiri tugasnya pada Februari 2009. Dengan keputusan baru ini, PPA masih tetap beroperasi.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Pemda diminta maksimalkan penggunaan APBD
- UMK Surabaya ditetapkan Rp948.500
- Usia pensiun Dirjen Pajak diperpanjang 1 tahun
- Kering likuiditas, bank domestik sulit diharapkan
- Sri Mulyani: IMF harus direformasi