Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Senin, 25/08/2008 14:05 WIB
Lobi 3 negara, RI ingin Putaran Doha dimulai
oleh : Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melobi sejumlah pemimpin negara agar Putaran Doha digelar kembali.
Hal itu dikemukakan oleh Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, hari ini. Dia mengatakan Presiden Yudhoyono sangat memperhatikan kegagalan pencapaian kesepakatan dalam Putaran Doha yang digelar pada 21 - 30 Juli 2008 lalu di Jenewa, Swiss. Kegagalan ini dinilai akan berdampak buruk bagi perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia, jelas Dino.
Dino menambahkan pekan lalu Presiden telah menghubungi Presiden Brasil Lula da Silva, Presiden China Hu Jintao dan Perdana Menteri India Manmohan Singh.
"Dalam ketiga komunikasi ini, baik per telepon maupun surat, Presiden menekankan pertama, keprihatinan terhadap perkembangan terkahir di Doha Round. Kedua, beliau mengimbau agar jangan menyerah dan para pemimpin mendorong kembalinya resumption of negotiation agar perundingan dapat dimulai kembali, dan Presiden mengharapkan ini dapat dilakukan bulan September," tutur Dino.
Presiden, lanjut Dino, juga menyatakan bahwa Indonesia dalam kapasitas sebagai koordinator G33 dan sebagai anggota G20 akan terus berupaya bekerjasama dengan negara berkembang dan maju untuk dapat menyukseskan perundingan tersebut.
"Kalau perundingan ini dijalankan lagi untuk mencapai suatu hasil yang successful dan balance yang berimbang dan mudah-mudahan sukses. Jadi ini yang dilakukan Presiden dalam tiga hari terakhir," tutur Dino.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Antisipasi krisis, pemerintah genjot proyek infrastruktur
- Atasi krisis global, kebijakan disesuaikan
- Utang dinaikkan untuk proyek infrastruktur
- Bank Dunia kucurkan Rp24 triliun untuk RI
- Kemenko Perekonomian reformasi birokrasi 2009