Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Senin, 25/08/2008 20:03 WIB
Modal ventura kurang tepat untuk UMKM
oleh : Hendri T. Asworo
JAKARTA (Bisnis.com): Rencana penerapan sistem kebijakan modal ventura guna mendanai usaha mikro kecil dan menengah oleh Bappenas dinilai bukan langkah efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor tersebut.
Ekonomi Indef Aviliani mengatakan permodalan ventura membutuhkan pengawasan yang tinggi, sehingga akan memerlukan tenaga dan biaya yang cukup besar. "Ventura itu kontraknya panjang, 10-15 tahun, dan yang berat itu monitoring-nya, karena harus menempatkan orang di tiap UKM yang diberi modal ventura," ujarnya seusai diskusi Dugaan Empat Kejahatan Bank Indonesia di Jakarta, hari ini.
Dia menilai sistem ventura merupakan sistem yang bagus. Tetapi, lanjutnya, dengan jangka waktu yang panjang, dana yang dibutuhkan juga kian besar meskipun didukung dari dana pensiun atau asuransi. "Karena investasinya tidak cocok dengan hasilnya," tambahnya.
Bappenas mengusulkan untuk mengiatkan kembali program modal ventura. Adapun program ini dilaksanakan untuk menggerakkan sektor UMKM. Rencananya dana untuk program ini akan dialokasikan di APBN dengan kebutuhan sebesar Rp5 triliun -Rp7 triliun di RAPBN 2009.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Antisipasi krisis, pemerintah genjot proyek infrastruktur
- Atasi krisis global, kebijakan disesuaikan
- Utang dinaikkan untuk proyek infrastruktur
- Bank Dunia kucurkan Rp24 triliun untuk RI
- Kemenko Perekonomian reformasi birokrasi 2009