Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Senin, 01/09/2008 19:16 WIB
Inflasi di Jateng turun menjadi 0,4%
oleh : Arief Novianto
SEMARANG (Bisnis.com): Inflasi Jateng pada Agustus 2008 kembali mengalami penurunan menjadi 0,4% dari bulan sebelumnya mencapai 1,45%, sedangkan inflasi DI Yogyakarta (DIY) sebesar 0,67%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Indrarto Hadijanto mengatakan inflasi pada Agustus 2008 dipicu oleh perkembangan harga berbagai komoditas yang secara umum menunjukan kenaikan melalui indeks harga konsumen (IHK) dari 110,22 pada Juli 2008 menjadi 110,66. Menurut dia, kenaikan itu terjadi terutama pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 2,07%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,45%, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,41%.
"Inflasi Jateng pada Agustus 2008 menurun tajam menjadi 0,4%, meski harga kebutuhan masyarakat cenderung memicu kenaikan IHK, terutama pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga," ujarnya, hari ini.
Indrarto menuturkan inflasi empat kota di Jateng pada Agustus 2008 tercatat tertinggi di Semarang mencapai 0,61%, disusul Tegal sebesar 0,22%, Surakarta 0,04% dan terendah di Purwokerto hanya 0,03%. Inflasi di Semarang dipicu oleh kenaikan IHK terutama pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 2,96%, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,68%.
Untuk kota Purwokerto dan Tegal, Indrarto menyatakan kenaikan IHK justru terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, sedangkan di kota Surakarta dipicu oleh kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga. "Kenaikan IHK pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga secara umum memang menjadi pemicu inflasi empat kota di Jateng, tetapi kelompok perumahan, air, listrik dan gas juga menjadi pemicu di kota Purwokerto dan Tegal,” jelasnya.
Kepala BPS DIY Suharno mengungkapkan inflasi di Yogyakarta tercatat sebesar 0,67% akibat naiknya IHK pada sejumlah kelompok kebutuhan masyarakat. IHK di Yogyakarta secara umum pada Agustus 2008 tercatat mencapai 111,38 yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya hanya 110,64.
Berdasarkan data tercatat kelompok bahan makanan naik 1,15%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,59%, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,81%. Selain itu, Suharno mengemukakan kenaikan IHK juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,74%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 2,35%. Sebaliknya, dia melanjutkan dua kelompok lainnya justru tercatat mengalami penurunan IHK meliputi kelompok sandang 1,08% dan transportasi 0,32%.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Antisipasi krisis, pemerintah genjot proyek infrastruktur
- Atasi krisis global, kebijakan disesuaikan
- Utang dinaikkan untuk proyek infrastruktur
- Bank Dunia kucurkan Rp24 triliun untuk RI
- Kemenko Perekonomian reformasi birokrasi 2009