Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Senin, 01/09/2008 19:43 WIB

"Inflasi 0,5% sangat underestimate"

oleh : Achmad Aris


JAKARTA (bisnis.com): Imam Sugema, ekonom Tim Indonesia Bangkit yang juga ekonom Indef, mengatakan inflasi dari bulan ke bulan yang hanya 0,5% dinilai sangat underestimate karena pada kenyataannya harga-harga sudah terlanjur merangkak naik sebelum bulan puasa.

"Selain itu, kelangkaan elpiji, minyak tanah dan beberapa jenis pangan tampaknya tidak tertangkap dengan baik oleh survei BPS," jelasnya kepada Bisnis hari ini.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Agustus 2008 tecatat sebesar 0,51%, lebih rendah dibanding Juli 2008 yang sebesar 1,37%. Inflasi tertinggi tercatat di Mamuju, Sulawesi Barat. inflasi year on year sebesar 11,85% dan inflasi tahun kalender Januari-Agustus 9,4%.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI Latif Adam berpendapat dengan pencapaian inflasi year on year sebesar 11,85%, month to month 0,51%, dan tahun kalender Januari-Agustus 9,4% maka inflasi tahun ini berpotensi akan lebih besar dari yang semula diperkirakan.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Anggaran Harry Azhar Azis mengatakan inflasi month to month sebesar 0,51% merupakan capaian yang cukup baik. Tetapi dalam sisa empat bulan ke depan, lanjutnya, pemerintah harus berhati-hati karena dampak dari kebijakan menaikkan harga elpiji baru akan terasa pada sisa bulan tersebut.

"Mesti ada koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah soal fiskal untuk menghadapi sisa empat bulan ke depan. Meski ada pengaturan tegas agar tidak seenaknya menaikkan harga," ujarnya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Miranda: Inflasi diprediksi di kisaran 11%
  • Dana Alokasi Khusus tak terserap 10%
  • Daerah penunggak utang dikenai sanksi
  • Wapres: PHK tak dapat dihindari

Komentar

Beri Komentar